Status Gunung Lewotobi Laki-laki Turun ke Siaga: Apa Artinya dan Tetap Waspada Potensi Lahar?

Status Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT resmi turun dari Awas ke Siaga. Penurunan aktivitas vulkanik terdeteksi, namun masyarakat diimbau tetap waspada potensi lahar dan erupsi kecil.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Status Gunung Lewotobi Laki-laki Turun ke Siaga: Apa Artinya dan Tetap Waspada Potensi Lahar?
Status Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT resmi turun dari Awas ke Siaga. Penurunan aktivitas vulkanik terdeteksi, namun masyarakat diimbau tetap waspada potensi lahar dan erupsi kecil. (AntaraNews)

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menurunkan status Gunung Lewotobi Laki-laki. Gunung berapi yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini kini berada pada Level III (Siaga).

Keputusan penting ini berlaku sejak tanggal 25 Oktober 2025 pukul 16.00 WITA. Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level IV (Awas), tingkat kewaspadaan tertinggi.

Penurunan status ini didasarkan pada analisis menyeluruh terhadap data visual dan instrumental. Aktivitas vulkanik gunung menunjukkan tren penurunan secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa penurunan status Gunung Lewotobi Laki-laki didasarkan pada analisis komprehensif. Data kegempaan periode 20-24 Oktober 2025 menunjukkan penurunan signifikan pada beberapa jenis gempa. Erupsi terakhir tercatat pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA.

Dalam satu minggu terakhir, jumlah gempa guguran dan hembusan menurun, seiring dengan berkurangnya gempa vulkanik dalam. Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki sedang mengalami penurunan bertahap. Suplai magma dari kedalaman ke permukaan juga terlihat berkurang.

“Hal ini menunjukkan adanya proses menuju kestabilan dalam jangka pendek atau kemungkinan adanya hambatan di saluran magma (conduit) yang menghalangi pergerakan material ke permukaan,” kata Muhammad Wafid. Meskipun demikian, gempa tremor non-harmonik masih terekam dengan jumlah fluktuatif. Ini menandakan aktivitas di kedalaman dangkal masih berlangsung.

Meskipun status Gunung Lewotobi Laki-laki telah turun ke Siaga, potensi erupsi skala kecil masih mungkin terjadi. Secara visual dan berdasarkan data kegempaan, tren penurunan memang terlihat, namun tingkat aktivitasnya masih tergolong tinggi. Masyarakat perlu terus memantau informasi resmi.

Data deformasi dari tiltmeter menunjukkan pola yang relatif stabil dan belum memperlihatkan tanda-tanda inflasi signifikan di permukaan. Namun, data dari Global Navigation Satellite System (GNSS) masih menunjukkan fluktuasi pada komponen vertikal. “Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma dari kedalaman dalam ke arah dangkal masih berlangsung, meskipun dengan intensitas yang mulai berkurang,” jelas Wafid.

Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius enam kilometer dari pusat erupsi. Mereka juga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Penting untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Selain itu, warga di wilayah rawan bencana harus mewaspadai potensi banjir lahar. Ini terutama berlaku apabila terjadi hujan lebat di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Wilayah seperti Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen perlu perhatian ekstra. Warga terdampak hujan abu juga dianjurkan menggunakan masker.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi