Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Aktif, Warga Diimbau Kosongkan Radius 5 Km
Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi pada Jumat siang, 5 Juni 2026, sekitar pukul 11.15 WIT.
Gunung Lewotobi Laki-Laki masih menunjukkan aktivitas yang signifikan hingga siang ini, Jumat (5/6/2026). Setelah terjadi erupsi pada pagi hari, gunung yang terletak di Flores Timur, NTT, kembali meletus pada pukul 11.15 Wita.
Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom letusan yang teramati mencapai 2.500 meter di atas puncak, atau sekitar 4.084 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas yang cukup tebal mengarah ke barat dan barat laut. Erupsi ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum sebesar 29.6 mm dan durasi 137 detik.
Herman Yosef, petugas Pos Pantau Gunung Lewotobi Laki-Laki, mengimbau agar warga dan wisatawan tidak mendekati pusat erupsi dengan radius 5 km. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah, serta tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
"Waspada potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote," tambahnya.
Selain itu, masyarakat yang terkena dampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-Laki diimbau untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna melindungi sistem pernapasan dari bahaya abu vulkanik.
Sepanjang tahun 2026, Gunung Lewotobi Laki-Laki tercatat telah meletus sebanyak 69 kali, dan hingga hari ini, Jumat (5/6/2026), pukul 10.40 WIB, status gunung ini masih berada pada level Siaga (Level III).
Berdasarkan laporan dari PVMBG, pada hari Jumat (5/6/2026), selama periode pengamatan dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIT, Gunung Lewotobi Laki-Laki tercatat mengalami satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 11 mm dan durasi gempa mencapai 205 detik. Selain itu, terdapat tujuh kali tremor non-harmonik dengan amplitudo yang bervariasi antara 2.9 hingga 11 mm, dengan lama gempa antara 78 hingga 118 detik.
Selama periode pengamatan tersebut, Gunung Lewotobi Laki-Laki juga mengalami empat kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo antara 2.9 hingga 7.4 mm, dengan waktu S-P berkisar 2.1 hingga 2.8 detik dan durasi gempa antara 17 hingga 25 detik. Di samping itu, terjadi satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2.9 mm, waktu S-P 42 detik, dan durasi gempa mencapai 138 detik.