Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya tren penurunan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penurunan ini terlihat baik secara visual maupun berdasarkan data kegempaan yang tercatat.
Meskipun menunjukkan tren positif, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih tergolong tinggi sehingga statusnya tetap berada pada Level IV atau Awas. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pihak berwenang di sekitar wilayah gunung api.
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyampaikan laporan khusus ini pada Jumat, 24 Oktober 2025, di Labuan Bajo. Laporan tersebut merinci perkembangan aktivitas gunung api dan alasan di balik penetapan status kewaspadaan yang masih tinggi.
Advertisement
Advertisement
Tren Penurunan Aktivitas Visual dan Kegempaan Gunung Lewotobi Laki-laki
Secara visual, Gunung Lewotobi Laki-laki terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas sedang selama periode pengamatan. Asap kawah utama berwarna putih teramati dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian sekitar 50-200 meter dari puncak.
Kondisi cuaca di sekitar gunung api bervariasi dari cerah hingga mendung, dengan angin lemah hingga sedang bergerak ke arah utara, timur laut, barat daya, barat, dan barat laut. Suhu udara tercatat sekitar 20.4 hingga 33.6 derajat Celcius, menunjukkan kondisi lingkungan yang stabil.
Data kegempaan juga menunjukkan tren penurunan yang signifikan, terutama pada gempa Low Frequency setelah sempat meningkat tajam dua hari sebelumnya. Muhammad Wafid menjelaskan, "Kondisi ini menunjukkan adanya proses menuju kestabilan dalam jangka pendek, atau kemungkinan terdapat hambatan di saluran magma (conduit) yang menghalangi pergerakan material ke permukaan."
Advertisement
Selain itu, gempa vulkanik dalam selama seminggu terakhir menunjukkan tren menurun, menandakan suplai magma dari kedalaman mulai melambat. Gempa guguran dan gempa hembusan juga menurun cukup signifikan, mengindikasikan aktivitas di permukaan berkurang.
Advertisement
Fluktuasi Data Deformasi dan Pergerakan Magma
Meskipun ada penurunan aktivitas, data deformasi dari tiltmeter menunjukkan pola yang relatif stabil dan belum memperlihatkan tanda-tanda inflasi signifikan di permukaan. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan dari dalam belum menyebabkan perubahan bentuk yang drastis pada tubuh gunung.
Data dari Global Navigation Satellite System (GNSS) masih menunjukkan fluktuasi pada komponen vertikal selama satu minggu terakhir. Namun, dalam tiga hari terakhir, terpantau mengalami penurunan, memberikan sedikit optimisme.
Muhammad Wafid menambahkan, "Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma dari kedalaman dalam ke arah dangkal masih berlangsung, meskipun dengan intensitas yang mulai berkurang." Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA.
Advertisement
Gempa tremor non-harmonik masih berfluktuasi seperti tren seminggu terakhir. Fluktuasi ini perlu terus dipantau karena dapat menjadi indikator pergerakan fluida di bawah permukaan.
Advertisement
Alasan Status Awas Level IV Tetap Dipertahankan
Berdasarkan analisis visual dan instrumental, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih tergolong tinggi, sehingga tingkat aktivitasnya tetap ditetapkan pada Level IV (Awas). Potensi erupsi masih dapat terjadi, meskipun aktivitasnya cenderung melemah.
Data kegempaan dari tanggal 23-24 Oktober hingga pukul 12.00 WITA mencatat satu kali gempa hembusan, 23 kali gempa tremor non-harmonik, empat kali gempa vulkanik dalam, dan sembilan kali gempa tektonik jauh. Angka-angka ini menunjukkan bahwa aktivitas seismik di bawah permukaan masih signifikan.
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius enam kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, radius tujuh kilometer sektoral pada barat laut-timur laut dari pusat erupsi juga harus dihindari untuk menjaga keselamatan.
Advertisement
Wafid mengimbau, "Tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya." Kewaspadaan dan kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak yang berada di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki.
Sumber: AntaraNews