NTB Jadi Role Model Nasional Implementasi KUR Ekonomi Kreatif
Gubernur NTB dan Menteri Kemenekraf sepakat menjadikan NTB sebagai role model nasional dalam implementasi KUR Ekonomi Kreatif, membuka peluang besar bagi pertumbuhan daerah dan generasi muda.
Mataram, NTB, telah ditetapkan sebagai laboratorium kebijakan nasional untuk implementasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) ekonomi kreatif. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, bersama Menteri Kemenekraf, Teuku Riefky Harsya, mencapai kesepakatan penting ini di Jakarta. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor kreatif yang berkelanjutan.
Kesepakatan tersebut menjadikan NTB sebagai percontohan nasional dalam skema pembiayaan ekonomi kreatif, yang diharapkan dapat membuka peluang besar bagi generasi muda. Sektor ekonomi kreatif diyakini menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru yang signifikan di masa depan. Gubernur Iqbal menegaskan kesiapan NTB untuk menjadi garda terdepan dalam pengembangan kebijakan ini.
Melalui program ini, pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi erat untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Fokusnya meliputi pengembangan talenta, akses pembiayaan, serta penguatan infrastruktur digital, demi menciptakan ekonomi kreatif yang inklusif dan inovatif di seluruh Indonesia.
Visi NTB sebagai Laboratorium Kebijakan Ekonomi Kreatif
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyoroti bahwa pengembangan NTB tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata semata, melainkan pada integrasi yang lebih luas. Integrasi ini mencakup pariwisata, ekonomi kreatif, teknologi digital, energi terbarukan, dan konektivitas internasional. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kuat dan beragam bagi provinsi.
Pendekatan pembangunan kawasan Bali, NTB, dan NTT ke depan juga diarahkan pada integrasi regional, bukan sekadar kolaborasi antar wilayah. Ini menunjukkan visi jangka panjang untuk menciptakan sinergi antarprovinsi dalam memajukan potensi ekonomi. Dengan demikian, NTB siap menjadi pusat inovasi dan percontohan bagi daerah lain.
Menteri Kemenekraf Teuku Riefky Harsya mengamini potensi besar NTB untuk menjadi role model nasional. Menurutnya, NTB memiliki visi yang sangat jelas dalam pengembangan ekonomi kreatif. Potensi ini didukung oleh kekayaan intelektual yang melimpah di daerah tersebut, menjadikannya kandidat ideal untuk implementasi pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.
Penguatan Ekosistem Digital dan Peran Mandalika
Pemerintah Provinsi NTB juga aktif mendorong pengembangan talenta digital melalui program pendidikan teknologi informasi dan multimedia. Program ini dirancang agar terhubung langsung dengan kebutuhan industri, memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan. Bahkan, ada rencana untuk menghadirkan model pendidikan teknologi global di Lombok untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Kawasan Mandalika, yang dikenal sebagai destinasi pariwisata unggulan, juga diarahkan untuk menjadi pusat ekosistem ekonomi digital. Salah satu gagasan yang sedang dibahas adalah pengembangan pusat data (data center) di kawasan timur Indonesia. Pusat data ini akan didukung oleh energi baru terbarukan, seperti energi surya, yang potensinya sangat besar di NTB.
Pengembangan Mandalika ke depan tidak hanya akan berfokus pada investasi hotel dan penyelenggaraan acara olahraga internasional. Namun, juga akan diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi digital yang kuat dan menarik komunitas digital nomad. Hal ini diharapkan dapat menghidupkan aktivitas ekonomi sepanjang tahun dan menciptakan lingkungan yang dinamis.
Skema Pembiayaan KUR Ekonomi Kreatif Berbasis Kekayaan Intelektual
Pertemuan antara Gubernur Iqbal dan Menteri Riefky menandai langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi ini esensial dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat, mulai dari pengembangan talenta hingga penguatan infrastruktur digital. Dukungan kebijakan pembiayaan melalui KUR ekonomi kreatif menjadi pilar utama.
Menteri Kemenekraf Teuku Riefky Harsya secara spesifik menyoroti bahwa pemerintah pusat melihat NTB memiliki potensi kuat. Potensi ini menjadikannya daerah percontohan dalam implementasi pembiayaan ekonomi kreatif yang berbasis kekayaan intelektual. Sinergi dengan Bank NTB Syariah juga diharapkan dapat memperlancar akses pembiayaan ini.
Melalui skema KUR ini, pelaku usaha ekonomi kreatif yang telah melalui proses kurasi akan memperoleh akses pembiayaan hingga ratusan juta rupiah. Kekayaan intelektual yang dimiliki oleh pelaku usaha dapat menjadi faktor pendukung penting dalam penilaian kredit. Ini membuka peluang pembiayaan yang selama ini sulit dijangkau oleh banyak pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Selain pembiayaan, penguatan ekosistem ekonomi kreatif di NTB juga mencakup pengembangan event kreatif berbasis intellectual property (IP). Tujuannya agar NTB tidak hanya menjadi penyelenggara acara, tetapi juga mampu melahirkan kreator acara dengan kekayaan intelektual sendiri. IP ini diharapkan dapat dipasarkan secara nasional maupun internasional, meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
Sumber: AntaraNews