Tahukah Anda? Kemenekraf dan ISTN Jajaki Kolaborasi Kembangkan Talenta Digital Lewat Program Asta Ekraf
Kemenekraf dan ISTN berencana menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan talenta digital melalui program Asta Ekraf. Bagaimana kolaborasi ini akan mempercepat ekosistem kreatif?
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) baru-baru ini menjajaki kolaborasi strategis. Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan talenta digital di Indonesia. Fokus utama adalah melalui delapan klaster program Asta Ekraf.
Penjajakan kolaborasi ini berlangsung di Jakarta pada Jumat, 27 September, dengan pernyataan resmi disampaikan pada hari Sabtu. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ekosistem digital nasional. Hal ini dilakukan melalui pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang relevan dengan kebutuhan industri.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengungkapkan bahwa irisan program Asta Ekraf dengan ISTN akan dikondisikan. Hal ini mencakup penguatan data, penentuan kebijakan, hingga berbagai pelatihan TIK. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang kompeten di bidang digital.
Strategi Akselerasi dan Penguatan Ekosistem Digital
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa kerja sama dengan ISTN akan disesuaikan dengan program Asta Ekraf. "Kerja sama dengan ISTN nanti bisa kita lihat seperti apa irisannya dengan program Asta Ekraf. Bisa kita kondisikan kaitannya dengan penguatan data, penentuan kebijakan, atau pelatihan-pelatihan TIK," ujarnya di Jakarta. Ini menunjukkan fleksibilitas dalam implementasi program.
Kemenekraf memiliki rekam jejak kerja sama dengan perusahaan teknologi global seperti Google Play, Microsoft, dan Canva. Pengalaman ini menjadi modal penting dalam merancang program pelatihan yang relevan. Langkah ini memastikan talenta digital yang dihasilkan sesuai standar industri.
Kementerian Ekraf kini memfokuskan 80 persen upayanya pada akselerasi dan 20 persen pada inkubasi. Prioritas ini merupakan bentuk percepatan pengembangan talenta dan bisnis kreatif. Tujuannya adalah agar mereka dapat naik level atau scale up, sejalan dengan visi lulusan dan pengembangan produk ISTN.
Pondasi ekosistem yang kuat dari kolaborasi ini diharapkan membawa dampak efektif. Dampak tersebut mencakup peningkatan sumbangan terhadap PDB, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, dan investasi. Semua ini penting untuk keberlanjutan ekonomi kreatif nasional.
Kontribusi ISTN dan Potensi Peningkatan Ekonomi Nasional
Wakil Rektor Bidang Transformasi ISTN, Kuntjoro Pinardi, menyatakan kesiapan institusinya dalam kolaborasi ini. ISTN tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mengembangkan produk dan layanan TIK. Salah satunya adalah Original Device Manufacturing (ODM) untuk produk canggih seperti Wi-Fi 7.
Kuntjoro menambahkan bahwa ISTN siap meningkatkan kontribusi sektor TIK terhadap PDB nasional. Selain itu, mereka juga berambisi mendorong ekspor digital Indonesia ke pasar global. Ini menunjukkan komitmen ISTN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
"Mudah-mudahan Kementerian Ekraf bisa memfasilitasi insentif terkait data center dan talenta-talenta digital sehingga jasa TIK bisa menjadi salah satu legasi ekonomi kreatif yang bisa tumbuh," pungkas Kuntjoro. Harapan ini mencerminkan kebutuhan akan dukungan infrastruktur dan kebijakan.
Pertemuan awal ini akan terus berlanjut untuk memastikan implementasi program-program yang diusulkan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menciptakan talenta digital berkualitas. Namun juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri kreatif global.
Sumber: AntaraNews