Kemenekraf Dorong Pertumbuhan UMKM Bakery, Buka Peluang Usaha dan Kreativitas Lewat Kolaborasi Megah

Kemenekraf menyoroti pesatnya pertumbuhan UMKM Bakery di Indonesia yang membuka banyak peluang usaha, didukung oleh kolaborasi kreatif seperti Festival Kuliner Nusantara yang menampilkan kue 18 meter.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenekraf Dorong Pertumbuhan UMKM Bakery, Buka Peluang Usaha dan Kreativitas Lewat Kolaborasi Megah
Kemenekraf menyoroti pesatnya pertumbuhan UMKM Bakery di Indonesia yang membuka banyak peluang usaha, didukung oleh kolaborasi kreatif seperti Festival Kuliner Nusantara yang menampilkan kue 18 meter. (AntaraNews)

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyatakan bahwa ekosistem ekonomi kreatif di subsektor kuliner, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang bakery dan cake, menunjukkan pertumbuhan signifikan. Fenomena ini menciptakan banyak peluang usaha baru bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara di Tangerang yang merayakan kreativitas dan inovasi di industri kuliner.

Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi Arsitektur dan Desain Kemenekraf, Linda Emilda, menjelaskan bahwa sektor bakery dan cake mampu mendorong berbagai kegiatan kolaboratif. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kreativitas tetapi juga daya saing pelaku UMKM. Kemenekraf berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan UMKM di bidang ini.

Dukungan tersebut terlihat dalam acara Festival Kuliner Nusantara di Serpong, Tangerang, yang menandai perayaan 18 tahun Sekarwangi Cake. Acara ini menampilkan kue sepanjang 18 meter yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara, melibatkan banyak pihak dan menunjukkan potensi pertumbuhan usaha. Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, turut mengapresiasi inovasi yang dihadirkan.

Kemenekraf secara aktif mendorong dan mendukung UMKM bidang bakery dan cake agar terus berkembang di Indonesia. Subsektor ini dinilai memiliki potensi besar karena keragaman produk makanan yang dapat diolah dan dihasilkan. Berbagai inovasi dalam kreasi kue dan roti terus bermunculan, menarik minat konsumen.

Linda Emilda menekankan bahwa pertumbuhan UMKM bakery tidak hanya sebatas produksi, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem kolaboratif yang kuat. Kolaborasi semacam ini penting untuk bertukar ide, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas jangkauan pasar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memajukan ekonomi kreatif nasional.

Kegiatan seperti Festival Kuliner Nusantara menjadi platform penting bagi UMKM untuk menunjukkan kreativitas mereka. Acara ini juga menjadi bukti nyata bagaimana sebuah usaha dapat tumbuh dan melibatkan banyak orang. Kemenekraf melihat ini sebagai indikator positif bagi masa depan industri bakery di tanah air.

Perayaan 18 tahun Sekarwangi Cake ditandai dengan proyek ambisius bertajuk "18AKE Story: Ragam Warna Indonesia". Proyek ini menampilkan kolaborasi unik antara 18 baker profesional dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka bersama-sama mendekorasi satu rangkaian kue sepanjang 18 meter di hadapan publik.

Ni Kadek Oktari Anggia Sekarwangi, pendiri Sekarwangi Cake, mengungkapkan bahwa proyek ini bertujuan menunjukkan kreativitas dan kualitas baker Indonesia yang setara dengan baker internasional. Kue raksasa ini merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara melalui beragam motif, warna, dan tradisi daerah. Ini adalah kali pertama kolaborasi sebesar ini terjadi di Indonesia.

Setiap baker menyumbangkan interpretasi unik mereka terhadap budaya lokal, menciptakan keragaman gaya dekorasi yang memukau. Meskipun berbeda, semua elemen tersebut disatukan menjadi sebuah karya utuh yang harmonis. Hal ini melambangkan semangat persatuan dalam keberagaman, cerminan dari Indonesia itu sendiri.

Untuk mewujudkan karya monumental ini, tim inti yang terdiri dari lima baker mempersiapkannya selama kurang lebih tiga minggu. Bahan-bahan yang digunakan meliputi sekitar 2.000 butir telur (125 kg), 25 kg tepung, 56 kg buttercream, dan 10 kg fondant. Proses dekorasi dilakukan secara langsung, memberikan pengalaman unik bagi pengunjung festival.

Proyek kolaborasi "18AKE Story" tidak hanya melibatkan baker profesional, tetapi juga dua mahasiswa program Arts & Design dari UIC College. Keterlibatan ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam proses pengembangan konsep visual dan dekorasi. Mereka bekerja bersama para profesional, mendapatkan pengalaman praktis yang tak ternilai.

Keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata industri kreatif seperti ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan praktik profesional. Mereka tidak hanya mengembangkan kemampuan desain, tetapi juga belajar bekerja dalam tim multidisiplin. Pengalaman ini penting untuk memahami proses produksi kreatif berskala besar dan menerjemahkan tema budaya ke dalam karya yang dapat dinikmati publik.

Kolaborasi lintas generasi ini membuktikan bahwa kreativitas akan terus berkembang pesat ketika praktisi dan talenta muda diberikan ruang untuk berkarya bersama. Hal ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk inovasi dan regenerasi di industri bakery. Sinergi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk memajukan sektor ekonomi kreatif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi