Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Pacu Pengembangan Ekraf Nasional
Pemerintah dan pelaku usaha bersinergi mempercepat pengembangan sektor ekonomi kreatif (ekraf) melalui penguatan ruang-ruang kreatif, mendorong kolaborasi lintas sektor yang berpotensi besar.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infraswil) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), aktif berkolaborasi dengan pelaku usaha untuk mengakselerasi pengembangan sektor ekonomi kreatif (ekraf) nasional. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan inovasi dan kreativitas di berbagai subsektor.
Langkah konkret kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha ini terwujud dalam acara "Atas Langit Festival: Grand Opening, Ceremony Fun Run & Creative Experience" yang diselenggarakan di Sentul, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1). Festival ini menjadi wadah pertemuan berbagai pihak terkait ekraf untuk saling menguatkan.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat ruang-ruang kreatif sebagai motor penggerak ekonomi baru. Fokus utama diberikan pada subsektor kuliner dan gaya hidup sehat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Peran Kemenekraf dalam Mendorong Ekraf Berkelanjutan
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyoroti pentingnya platform seperti Atas Langit Café and Space yang tidak hanya menawarkan pengalaman unik, tetapi juga memfasilitasi para pegiat ekraf. Ini termasuk pekerja gig economy untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam karya mereka.
Riefky berharap agar 17 subsektor ekraf di bawah naungan Kemenekraf dapat terus maju, semakin kolaboratif, dan berkelanjutan. Dukungan terhadap ruang-ruang kreatif ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia.
Pengembangan ekraf melalui kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi talenta lokal. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi kreatif global yang berdaya saing tinggi.
Infrastruktur sebagai Penopang Pertumbuhan Ekonomi Kreatif
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan bahwa infrastruktur memegang peranan krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Infrastruktur yang memadai dapat memperlancar distribusi produk dan jasa ekraf, serta meningkatkan aksesibilitas.
AHY menyebutkan bahwa subsektor kuliner, khususnya, memiliki potensi kreativitas tanpa batas yang perlu terus didukung dengan fasilitas yang memadai. Pengembangan infrastruktur tidak hanya fisik, tetapi juga digital, menjadi kunci utama untuk kemajuan ekraf.
"Kita harus bangga dengan ragam produk dan kuliner lokal yang siap mendunia," ujar AHY. Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang terjalin saat ini adalah contoh kecil dari daya jangkau yang luas ketika berbagai sektor bersatu untuk tujuan yang sama.
Sinergi Pelaku Usaha dan Komunitas untuk Ekosistem Kreatif
Inisiatif seperti Atas Langit Festival mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah, khususnya kepada Pengusaha Harapan Bangsa (PHB) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) beserta HIPMI Culinary Indonesia (HCI). Keterlibatan aktif pelaku usaha sangat vital dalam ekosistem ekraf.
Ketua Umum Basnom BPP HIPMI Culinary Indonesia dan CMO PHB Group Cikhita Virginia Sebayang menjelaskan bahwa Atas Langit Festival dirancang sebagai ruang kolaborasi. Ini merupakan tempat bertemunya pemerintah, pegiat ekraf, komunitas olahraga, kreator, dan investor dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Cikhita menegaskan bahwa Atas Langit Café and Space siap menjadi creative hub bagi semua komunitas kreatif dan generasi muda. Tempat ini diharapkan dapat memfasilitasi pertemuan, kreasi, dan penciptaan peluang baru yang inovatif dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews