Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Nasional, Kemenekraf Lampaui Target RPJMN 2025
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menegaskan bahwa sektor Ekonomi Kreatif telah menjadi mesin baru ekonomi nasional, bahkan melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025, menunjukkan potensi besar sektor Ekonomi Kreatif
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengumumkan bahwa sektor ekonomi kreatif Indonesia telah menjelma menjadi mesin baru penggerak ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya di Jakarta pada Sabtu (31/1), menyoroti kontribusi signifikan sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Menekraf Riefky menegaskan bahwa target pengembangan ekonomi kreatif yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto dalam RPJMN 2025 tidak hanya berhasil dicapai, melainkan juga terlampaui. Capaian positif ini menjadi bukti nyata potensi besar dan daya saing industri kreatif di Indonesia.
Untuk terus mendorong pertumbuhan, Kemenekraf berencana memperkuat akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi industri kreatif berbasis Kekayaan Intelektual (IP) pada tahun 2026. Langkah strategis ini diharapkan dapat memacu inovasi dan memperluas jangkauan pelaku ekonomi kreatif di tingkat nasional hingga internasional.
Kontribusi Signifikan Sektor Ekonomi Kreatif bagi PDB Nasional
Data terbaru menunjukkan bahwa ekonomi kreatif telah memberikan kontribusi nyata dan substansial terhadap perekonomian Indonesia. Menekraf Riefky menjelaskan bahwa selama satu tahun berjalan, kehadiran Kemenekraf telah berhasil meningkatkan PDB nasional secara signifikan, melampaui ekspektasi. "Faktanya memang ekonomi kreatif Indonesia bukan akan tapi telah menjadi mesin baru ekonomi nasional," katanya.
Capaian impresif ini didukung oleh data investasi dan ketenagakerjaan yang positif. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi ekonomi kreatif pada semester I tahun 2025 telah mencapai Rp90,12 triliun, atau sekitar 66 persen dari target investasi RPJMN 2025 yang berkisar antara Rp123,9 hingga Rp136,3 triliun. Angka ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek cerah sektor ini.
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif telah mencapai 27,4 juta orang. Angka ini jauh melampaui target RPJMN 2025 yang sebesar 25,55 juta orang, menunjukkan kemampuan sektor ini dalam menciptakan lapangan kerja yang luas dan berkualitas. Peningkatan jumlah tenaga kerja ini juga mengindikasikan bahwa kreativitas anak bangsa memiliki akar budaya yang kuat dan dapat tumbuh pesat dengan sentuhan inovasi teknologi di era digital.
Inovasi Teknologi dan Akses Pembiayaan untuk Industri Kreatif
Pemerintah menyadari pentingnya inovasi teknologi dan akses pembiayaan yang mudah untuk mendorong industri kreatif naik kelas. Menekraf Riefky menekankan bahwa kreativitas lokal membutuhkan sentuhan inovasi teknologi di zaman digital ini agar para 'lokal hero' dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenekraf berencana menguatkan skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi industri kreatif berbasis Kekayaan Intelektual (IP) pada tahun 2026. Plafon yang disiapkan mencapai Rp10 triliun, memungkinkan pelaku industri kreatif memperoleh kredit berkisar Rp100 juta hingga Rp500 juta per wirausaha.
Skema ini juga inovatif karena memungkinkan IP untuk digunakan sebagai agunan pendukung, mempermudah pemilik IP dalam mengajukan KUR ke bank. "Meski saat ini masih sebatas agunan pendukung, tetapi sudah bisa digunakan dan lebih mempermudah pemilik IP untuk mengajukan KUR ke bank," jelas Riefky. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kreatif dan mendorong lahirnya IP-IP unggulan yang memiliki daya saing tinggi.
Sinergi Lintas Kementerian Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif
Pengembangan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional memerlukan koordinasi yang kuat antar kementerian. Hal ini terwujud dalam pertemuan antara Menekraf Teuku Riefky Harsya dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, di Kantor Kemenekraf/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Autograph Tower, Jakarta, pada Kamis (29/1).
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dalam mendorong pengembangan industri kreatif. Menko PM Muhaimin Iskandar berdiskusi langsung dengan Menekraf Riefky mengenai arah kebijakan dan target penguatan industri kreatif pada tahun 2026.
Dalam diskusi tersebut, tantangan terkait keterbatasan anggaran juga menjadi sorotan, yang dinilai masih membatasi ruang intervensi pemerintah dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif secara lebih masif. Menko PM Muhaimin Iskandar berharap agar anggaran untuk intervensi Kemenekraf dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan, sehingga intervensi bisa lebih masif.
Muhaimin Iskandar juga menambahkan pentingnya konsentrasi pada IP lokal agar bisa menuju nasional dan yang sudah nasional bisa 'go global', tidak hanya IP, tetapi juga industri yang lebih besar.
Sumber: AntaraNews