KULT KREO dan WCCE 2026: Panggung Kreativitas Indonesia Menuju Ekonomi Kreatif Dunia

Teuku Riefky menyampaikan bahwa para pelaku ekonomi kreatif dari seluruh negara peserta nantinya dapat menampilkan produk-produk kreatif mereka.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
KULT KREO dan WCCE 2026: Panggung Kreativitas Indonesia Menuju Ekonomi Kreatif Dunia
KULT KREO dan WCCE 2026: Panggung Kreativitas Indonesia Menuju Ekonomi Kreatif Dunia (Merdeka.com)

Indonesia bersiap menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif dunia melalui penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan digelar bersama festival budaya dan gaya hidup bertajuk KULT KREO 2026. Agenda berskala internasional ini tidak hanya menjadi forum pertemuan para pelaku industri kreatif global, tetapi juga ruang kolaborasi besar bagi talenta muda Indonesia untuk membawa karya lokal ke panggung dunia.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan WCCE 2026 akan menghadirkan ekosistem kolaboratif yang mempertemukan kreator, pelaku usaha, komunitas, investor, hingga pembuat kebijakan dari berbagai negara.

Dalam konferensi pers pembukaan WCCE 2026 di Jakarta, Teuku Riefky menyampaikan bahwa para pelaku ekonomi kreatif dari seluruh negara peserta nantinya dapat menampilkan produk-produk kreatif mereka melalui Creative Village, salah satu agenda pendukung WCCE 2026.

Menurutnya, Creative Village tidak hanya menjadi ruang pamer karya, tetapi juga wadah untuk memperluas jejaring dan membangun koneksi antar talenta kreatif lintas negara. “Integrasi ini menjadikan Creative Village sebagai ekosistem interaktif, penghubung inovasi digital, dan menampilkan kekuatan IP Indonesia,” katanya.

Semangat kolaborasi tersebut diperkuat melalui gelaran KULT KREO 2026 yang resmi diluncurkan pada 6 Mei 2026 bersamaan dengan agenda launching WCCE 2026. Peluncuran itu dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif bersama para pemangku kepentingan industri kreatif, komunitas, asosiasi, media, pelaku usaha, hingga kreator nasional.

Momentum tersebut menjadi titik awal rangkaian kolaborasi menuju penyelenggaraan KULT KREO dan WCCE 2026 sebagai salah satu agenda ekonomi kreatif terbesar di Indonesia yang menghubungkan kreativitas lokal dengan jejaring global. Antusiasme para stakeholder menunjukkan besarnya dukungan terhadap penguatan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia di tingkat internasional.

KULT KREO 2026 dirancang sebagai festival budaya, kreativitas, dan gaya hidup yang mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan talenta ekonomi kreatif berbasis warisan budaya Indonesia. Agenda ini juga menjadi ruang promosi identitas karya cipta talenta muda Indonesia di tengah perkembangan industri kreatif global yang semakin kompetitif.

Sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan The 4th WCCE tahun 2024 di Tashkent, Uzbekistan, Kementerian Ekonomi Kreatif memadukan konferensi internasional dengan expo dan forum kreatif melalui KULT KREO 2026 yang akan digelar secara sinergis bersama PT Dayakrea Mega Pradana sebagai mitra event organizer.

Pemerintah buka jalan lebih luas bagi talenta muda dan komunitas kreatif

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat pembukaan WCCE 2026
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat pembukaan WCCE 2026 @ 2026 merdeka.com

KULT KREO 2026 dan WCCE 2026 dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Expo, Jakarta, pada 21–24 Oktober 2026. Penyelenggaraan paralel tersebut akan menempatkan Hak Kekayaan Intelektual atau Intellectual Property (IP) sebagai salah satu fokus utama pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

Sebagai festival budaya dan gaya hidup di era digital dan budaya pop, KULT KREO 2026 mendorong pemanfaatan IP sebagai bentuk pengakuan legal atas nilai ekonomi karya kreatif. IP dinilai menjadi aset penting sekaligus identitas resmi bagi produk dan jasa ekonomi kreatif milik kreator Indonesia.

WCCE sendiri merupakan platform internasional yang mempertemukan pemimpin industri, kreator, inovator, komunitas, pembuat kebijakan, dan pelaku bisnis untuk memperkuat kolaborasi dalam memajukan ekonomi kreatif dunia sekaligus mengangkat karya lokal ke level global.

Melalui KULT KREO dan WCCE 2026, pemerintah juga ingin membuka jalan lebih luas bagi talenta muda dan komunitas kreatif Indonesia untuk membangun koneksi internasional, memperkuat daya saing kreator lokal, serta menempatkan Indonesia sebagai trend-setter industri kreatif dunia.

Penguatan tersebut diwujudkan melalui pengembangan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas talenta kreatif, hingga penguatan branding berbasis IP. Selain itu, penyelenggaraan WCCE 2026 juga diharapkan memperkuat posisi strategis Jakarta sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif dunia dan kota global yang mendorong pertukaran ide, jejaring bisnis, investasi kreatif, serta promosi karya anak bangsa sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berkelanjutan.

KULT KREO dan WCCE 2026 diharapkan jadi platform kolaborasi strategis

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat pembukaan WCCE 2026
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat pembukaan WCCE 2026 @ 2026 merdeka.com

Menjelang penyelenggaraan acara, panitia juga telah membuka peluang kerja sama bagi exhibitor, komunitas kreatif, startup, UMKM, institusi pendidikan, hingga brand nasional dan internasional untuk ikut terlibat dalam expo dan forum berskala global tersebut.

KULT KREO 2026 dinilai menjadi kesempatan strategis bagi para peserta untuk memperkenalkan produk, karya, inovasi, dan layanan kreatif kepada audiens internasional yang terdiri dari pelaku industri, investor, media, komunitas, hingga delegasi lintas negara.

Selain peluang exhibitor, kerja sama sponsorship juga dibuka bagi berbagai brand yang ingin memperkuat positioning di industri kreatif dan lifestyle, sekaligus membangun engagement dengan generasi kreatif Indonesia.

Melalui rangkaian showcase, business matching, creative forum, hingga experiential campaign, KULT KREO dan WCCE 2026 diharapkan menjadi platform kolaborasi strategis antara pemerintah, industri, kreator, dan brand dalam membangun masa depan ekonomi kreatif Indonesia yang lebih kompetitif di tingkat global.

Rekomendasi