Bukan Hanya Asing, Pemprov NTB Gelar Karpet Merah untuk Pengusaha Lokal: Target Investasi Rp61 Triliun!

Pemerintah Provinsi NTB serius menggaet Pengusaha Lokal NTB dengan berbagai kemudahan. Simak strategi Pemprov NTB untuk mencapai target investasi Rp61 triliun tahun ini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bukan Hanya Asing, Pemprov NTB Gelar Karpet Merah untuk Pengusaha Lokal: Target Investasi Rp61 Triliun!
Pemerintah Provinsi NTB serius menggaet Pengusaha Lokal NTB dengan berbagai kemudahan. Simak strategi Pemprov NTB untuk mencapai target investasi Rp61 triliun tahun ini! (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara tegas menyatakan komitmennya untuk memberikan kemudahan berinvestasi kepada para pengusaha lokal. Langkah ini diambil guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menciptakan berbagai lapangan kerja baru yang lebih beragam bagi masyarakat. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa "karpet merah" tidak hanya dibentangkan bagi investor asing, melainkan juga untuk Pengusaha Lokal NTB.

Fokus pembangunan pemerintah daerah saat ini diarahkan pada penguatan sektor ketahanan pangan dan pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar. Oleh karena itu, investasi yang masuk ke NTB akan diprioritaskan pada kedua sektor strategis tersebut. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi pengungkit utama dalam mengatasi berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat NTB.

Dengan adanya dorongan ini, Pemprov NTB berharap para pengusaha lokal, khususnya yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin), dapat lebih aktif berpartisipasi. Ini merupakan upaya nyata untuk mencapai target realisasi investasi sebesar Rp61,09 triliun pada tahun ini, setelah mencatat Rp28,8 triliun hingga Juni 2025.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan keseriusannya dalam menarik investasi dengan memberikan perhatian khusus kepada pengusaha lokal. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa fasilitas dan kemudahan investasi tidak hanya diperuntukkan bagi investor asing, tetapi juga bagi Pengusaha Lokal NTB. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

"Kami ingin menggelar karpet merah bukan hanya untuk investor asing, tapi juga kepada investor lokal," kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Mataram, Senin. Pernyataan ini menggarisbawahi prioritas Pemprov NTB untuk memberdayakan potensi ekonomi dari dalam daerah. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Fokus utama investasi yang diarahkan oleh pemerintah daerah adalah pada sektor ketahanan pangan dan pariwisata. Kedua sektor ini diidentifikasi sebagai pendorong utama perekonomian NTB dan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Gubernur Iqbal mengajak para Pengusaha Lokal NTB, termasuk anggota Kadin, untuk berani masuk dan berinvestasi di kedua sektor tersebut.

Menurut Iqbal, potensi ketahanan pangan dan pariwisata di NTB sudah tidak diragukan lagi dan menjadi kunci untuk mengatasi masalah ekonomi. Dengan mengarahkan investasi pada sektor-sektor ini, Pemprov NTB berharap dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan. Ini juga merupakan langkah strategis untuk mempercepat pencapaian target investasi daerah.

Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan geliat investasi yang menjanjikan dengan target ambisius sebesar Rp61,09 triliun untuk tahun ini. Hingga periode Januari sampai Juni 2025, realisasi investasi di provinsi ini telah mencapai angka Rp28,8 triliun. Angka ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi yang dimiliki NTB.

Sektor pertambangan mineral menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi investasi tersebut, dengan capaian mencapai Rp18 triliun. Dominasi sektor ini menunjukkan kekayaan sumber daya alam yang melimpah di NTB. Namun, pemerintah juga berupaya mendiversifikasi investasi ke sektor lain yang lebih berkelanjutan.

Setelah pertambangan, lapangan usaha industri menyusul dengan realisasi Rp4,7 triliun, menunjukkan pertumbuhan sektor manufaktur di daerah. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga tidak kalah penting, menyumbang Rp1,2 triliun, yang sejalan dengan fokus pemerintah pada pengembangan pariwisata. Lapangan usaha perdagangan mencatat Rp940,57 miliar, melengkapi gambaran investasi yang beragam.

Gubernur Iqbal menekankan pentingnya sektor pangan dan pariwisata sebagai pengungkit utama ekonomi. "Kedua sektor itulah yang potensinya sudah tidak bisa lagi diragukan di NTB dan kedua sektor itulah yang menurut identifikasi kami menjadi pengungkit dari persoalan-persoalan ekonomi yang dihadapi," kata Iqbal. Ini menunjukkan bahwa meskipun pertambangan dominan, arah kebijakan investasi tetap berfokus pada sektor yang memiliki dampak luas bagi masyarakat.

Untuk lebih memfasilitasi investasi dan mendukung Pengusaha Lokal NTB, Pemerintah NTB sedang merencanakan pembentukan NTB Capital. Ini adalah sebuah perusahaan modal ventura yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah daerah. Kehadiran NTB Capital diharapkan dapat menjadi jembatan bagi investor untuk menanamkan modalnya di Nusa Tenggara Barat.

NTB Capital akan berfungsi sebagai pemberi jaminan kepada para investor, sehingga mereka lebih termotivasi dan merasa aman untuk berinvestasi di berbagai sektor. Fungsi utama perusahaan pelat merah ini adalah memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah sejalan dengan kepentingan dunia usaha. Dengan demikian, diharapkan tidak ada tumpang tindih atau hambatan birokrasi yang menghambat investasi.

Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti NTB Capital tidak diciptakan untuk bersaing dengan dunia usaha swasta. "BUMD tidak diciptakan untuk bersaing dan mematikan dunia usaha, tetapi untuk mendukung dunia usaha," kata Iqbal. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif dan saling mendukung.

Dukungan positif juga datang dari Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Indonesia. Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia, Taufan Eko Nugroho, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyelaraskan program Kadin dengan visi misi pemerintah NTB. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Taufan menambahkan bahwa fokus pada ketahanan pangan dan pariwisata merupakan strategi yang tepat untuk mengungkit laju pertumbuhan ekonomi. "Kadin mitra strategis pemerintah, jadi apa yang diharapkan oleh pemerintah daerah untuk ekonomi ke depan, maka Kadin coba mendukung secara positif," pungkas Taufan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi