Menkeu Purbaya Bakal Dorong Bank Lebih Agresif Salurkan Kredit ke Sektor Riil
Pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen pada kuartal III dan IV 2026 tetap dapat tercapai.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mendorong perbankan lebih agresif menyalurkan kredit ke sektor riil sebagai salah satu strategi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026.
“Artinya apa? Dia memberikan kemudahan akses ke riil sektor. Apalagi kan sekarang banknya punya Danantara, satu komando kan. Kalau diperlukan kita usulkan kebijakan ke arah sana,” ujar Purbaya usai menghadiri Seminar International Debottlenecking, Selasa (12/5).
Menurut Purbaya, langkah tersebut diperlukan agar sektor swasta tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di tengah tantangan global dan perlambatan ekonomi dunia.
Strategi Pemerintah
Purbaya menegaskan pemerintah tidak hanya akan mengandalkan stimulus fiskal, tetapi juga memastikan sektor keuangan ikut menopang kebutuhan pendanaan dunia usaha.
“Kita akan pastikan sektor swasta bekerja dengan baik. Bukan hanya stimulus saja, ada berbagai cara. Antara yang misalnya kita paksakan perbankan kerja,” kata dia.
Meski demikian, Purbaya menegaskan dorongan terhadap perbankan bukan berarti pemerintah akan memaksa bank menyalurkan kredit, melainkan memastikan invisible hand di sektor finansial berjalan lebih efektif untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Dengan dukungan pembiayaan yang lebih kuat dari perbankan, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen pada kuartal III dan IV 2026 tetap dapat tercapai.