Raviandi Ramadhan Lolos Semifinal Boulder di Kualifikasi Asian Games 2026
Atlet panjat tebing Indonesia, Raviandi Ramadhan, berhasil menembus babak semifinal disiplin boulder di World Climbing Asia Championship Meishan 2026, ajang kualifikasi penting menuju Asian Games 2026.
Atlet panjat tebing disiplin boulder Indonesia, Raviandi Ramadhan, berhasil masuk babak semifinal dalam World Climbing Asia Championship Meishan 2026 di China, Rabu malam WIB. Prestasi ini diraih dalam disiplin boulder sebagai bagian dari kualifikasi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia di disiplin ini yang berhasil menembus babak selanjutnya.
Atlet asal Papua ini berhasil mengumpulkan skor 69,4 pada babak kualifikasi ajang yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC) tersebut. Skor tersebut menempatkannya di peringkat ke-22 dari total 52 peserta yang bersaing. Capaian ini memastikan posisinya di babak semifinal yang diikuti oleh 24 atlet terbaik.
Asisten pelatih tim panjat tebing disiplin lead dan boulder Indonesia, Sholikhin, mengonfirmasi kelolosan Raviandi. Babak semifinal dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 April 2026, pukul 15.30 waktu setempat. Raviandi akan tampil pada urutan ketiga di babak krusial tersebut.
Perjalanan Raviandi Menuju Semifinal
Raviandi Ramadhan menunjukkan performa impresif dalam babak kualifikasi World Climbing Asia Championship Meishan 2026. Ia berhasil mengamankan tempat di semifinal dengan total skor 69,4. Pencapaian ini menempatkannya di posisi ke-22 dari 52 atlet panjat tebing boulder yang berkompetisi.
Atlet kelahiran Papua ini menjalani sesi kualifikasi dengan urutan ke-13. Keberhasilannya melaju ke babak 24 besar membuktikan dedikasi dan latihannya. Dua atlet lain yang juga lolos di bawahnya adalah Bharath Pereira dari India dan Gerald Bayo Verosil dari Singapura.
Menurut Sholikhin, asisten pelatih tim panjat tebing disiplin lead dan boulder Indonesia, kelolosan Raviandi merupakan kabar baik. Raviandi dijadwalkan tampil sebagai atlet ketiga dalam babak semifinal. Ini menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan kemampuannya di kancah Asia.
Peta Persaingan di Kejuaraan Asia
Persaingan di World Climbing Asia Championship Meishan 2026 sangat ketat, terutama di disiplin boulder. Atlet Jepang, Meichi Narasaki, berhasil meraih skor tertinggi di babak kualifikasi dengan 109,7. Dominasi Jepang terlihat jelas dengan adanya Tomoa Narasaki di posisi ketiga.
Peringkat kedua ditempati oleh pemanjat asal Thailand, Auswin Aueareechit, dengan skor 109,3. Sementara itu, Tomoa Narasaki dari Jepang mengumpulkan skor 108,6. Ketiga atlet ini menunjukkan standar tinggi dalam kompetisi panjat tebing tingkat Asia.
Raviandi Ramadhan menjadi satu-satunya atlet Tanah Air yang berjuang di disiplin boulder pada ajang ini. Keberadaannya di semifinal menegaskan potensi Indonesia di tengah dominasi negara-negara kuat. Perjuangan Raviandi akan menjadi sorotan utama bagi kontingen Indonesia.
Target dan Harapan di Asian Games 2026
World Climbing Asia Championship Meishan 2026 merupakan ajang krusial untuk Kualifikasi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang. Para atlet harus mampu menembus minimal enam besar di akhir turnamen untuk mendapatkan tiket ke Asian Games. Ini berlaku untuk disiplin lead dan boulder, baik putra maupun putri.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) telah mengirimkan total 16 atlet untuk berkompetisi di China pada 7-12 April. Tiga atlet Merah Putih sudah memastikan diri tampil di Asian Games 2026, yakni Putra Tri Ramadani (lead putra), Sukma Lintang Cahyani (lead putri), dan Ravianto Ramadhan (boulder putra).
Raviandi Ramadhan, yang juga terdaftar di disiplin lead, menjadi satu-satunya atlet yang berlaga di dua disiplin. Keberhasilannya di semifinal boulder memberinya peluang lebih besar untuk mengamankan posisi. Fokus utama adalah mencapai target enam besar demi tiket Asian Games.
Sumber: AntaraNews