Desak Made Rita Kusuma Dewi Raih Emas Perdana Asian Beach Games, Bidik Olimpiade Los Angeles 2028
Desak Made Rita Kusuma Dewi sukses menyabet emas perdana di Asian Beach Games Sanya 2026. Kemenangan ini memicu semangatnya untuk membidik prestasi lebih tinggi, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028.
Atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berhasil meraih medali emas pertamanya dalam Asian Beach Games Sanya 2026 di China. Prestasi gemilang ini diraih pada Rabu malam WIB, 30 April 2026, di Tianya Haijiao Venue Cluster, Sanya. Medali emas ini menjadi motivasi tambahan bagi Desak untuk mengejar target prestasi yang lebih tinggi di kancah internasional.
Perempuan asal Bali ini merebut emas perdana bagi kontingen Indonesia. Dia berpasangan dengan Kadek Adi Asih dalam kategori speed relay putri. Kemenangan ini bukan hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga menandai awal yang baik bagi perjalanan karier Desak di ajang multi-olahraga.
Desak Made Rita Kusuma Dewi menyatakan, perolehan medali emas ini akan menjadi pendorong semangatnya. Dia akan meningkatkan fokus dalam menghadapi sejumlah kejuaraan dunia atau internasional mendatang, termasuk Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang pada September, serta berbagai persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Perjalanan Gemilang Desak Made Rita Kusuma Dewi Raih Emas
Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih memulai perjuangan mereka di Asian Beach Games Sanya 2026 dari babak kualifikasi. Mereka menempati posisi keempat dengan catatan waktu 14,27 detik. Performa awal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki pasangan atlet panjat tebing Indonesia ini.
Momentum positif mulai terlihat pada babak semifinal. Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih berhasil menyingkirkan pasangan China, Yafei Zhou Yafei/Lijuan Deng, dengan catatan waktu impresif 13,174 detik. Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan mereka ke final, tetapi juga memecahkan rekor dunia nomor speed women's relay, sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan dominasi mereka.
Momentum tersebut berlanjut ke partai final (big final). Pasangan Indonesia ini kembali menunjukkan performa terbaiknya saat mengalahkan wakil Korea Selatan, Jimin Jeong/Hanaerum Sung. Dengan catatan waktu 13,76 detik, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih berhasil memastikan medali emas bagi Indonesia.
Bidik Prestasi Lebih Tinggi: Asian Games dan Olimpiade
Setelah meraih emas perdana di Asian Beach Games, Desak Made Rita Kusuma Dewi tidak berpuas diri. Dia menegaskan akan meningkatkan fokus dan persiapan untuk kejuaraan berikutnya. Salah satu target terdekat adalah Asian Games 2026 Aichi-Nagoya yang akan diselenggarakan di Jepang pada September 2026.
Selain Asian Games, Desak juga memiliki ambisi besar untuk Olimpiade Los Angeles 2028. Persiapan menuju ajang olahraga terbesar dunia ini akan menjadi prioritas utama. Dia berharap dapat terus meningkatkan kemampuannya demi meraih prestasi tertinggi di panggung global.
Desak Made Rita Kusuma Dewi menyatakan, kemenangan di Sanya ini adalah awal yang baik. Dia berharap dapat terus menorehkan prestasi gemilang di setiap turnamen yang diikuti. Motivasi ini akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan menuju Olimpiade.
Kontingen Panjat Tebing Indonesia di Asian Beach Games
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan total delapan atlet disiplin speed untuk Asian Beach Games Sanya 2026. Kontingen ini terbagi atas masing-masing empat atlet putra dan empat atlet putri. Mereka mewakili harapan Indonesia untuk meraih medali di ajang multi-olahraga pantai ini.
Sektor putra diperkuat oleh Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Ramaski Aswin Kristanto. Sementara itu, sektor putri diperkuat oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Puja Lestari, dan Amanda Narda Mutia. Para atlet ini merupakan talenta terbaik Indonesia di cabang olahraga panjat tebing.
Para wakil Tanah Air bersaing dalam dua kategori perlombaan, yaitu speed (individu) dan speed relay (tim). Mereka menghadapi kompetitor tangguh dari berbagai negara, di antaranya China, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang. Persaingan ketat ini menguji kemampuan dan mental para atlet Indonesia.
- Dalam lomba panjat tebing speed relay (estafet), perhitungan waktu dilakukan berdasarkan total waktu tim dari awal hingga pemanjat terakhir menyelesaikan lintasan.
- Atlet memanjat secara bergantian (relay). Atlet pertama memulai dari start.
- Setelah mencapai puncak dan menekan tombol timer, atlet berikutnya langsung memulai.
- Waktu dihitung terus-menerus dan tidak di-reset setiap pergantian atlet.
- Tim tercepat atau mencatatkan waktu paling rendah dinyatakan sebagai pemenang.
Sumber: AntaraNews