Debut Final Pertama, Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah di Piala Dunia Panjat Tebing Koper Meski Tanpa Medali
Putra Tri Ramadani, atlet panjat tebing Indonesia, mencetak sejarah dengan menembus final Piala Dunia Panjat Tebing Koper 2025, menunjukkan potensi besar meski belum meraih medali.
Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, berhasil mencetak sejarah dalam debut finalnya di ajang IFSC Climbing World Cup Koper 2025. Meskipun belum berhasil membawa pulang medali, pencapaian ini menandai langkah penting bagi kariernya. Ajang bergengsi ini diselenggarakan di Koper, Slovenia, pada Minggu dini hari, 7 September.
Dalam kompetisi nomor lead putra tersebut, Putra Tri Ramadani menempati peringkat keenam dari delapan finalis. Ia berhasil mencatatkan skor 40+, menunjukkan kemampuannya bersaing di level tertinggi dunia. Ini merupakan final pertama bagi Putra sepanjang karier profesionalnya.
Keberhasilannya menembus babak final adalah bukti konsistensi dan perkembangan pesat yang ditunjukkannya. Sejak babak kualifikasi hingga semifinal, Putra Tri Ramadani mampu mengungguli banyak atlet panjat tebing papan atas dunia. Performa impresif ini menjadi sorotan utama dalam ajang penutup rangkaian IFSC World Cup 2025 untuk nomor lead.
Performa Konsisten dan Peringkat di Antara Bintang Dunia
Putra Tri Ramadani menunjukkan performa yang sangat konsisten sejak awal kompetisi. Keberhasilannya melaju ke final Piala Dunia Panjat Tebing Koper 2025 adalah hasil dari dedikasi dan latihan keras. Ia berhasil melewati fase kualifikasi dan semifinal dengan catatan yang mengesankan.
Dalam babak final, Putra Tri Ramadani bersaing ketat dengan nama-nama besar di dunia panjat tebing. Medali emas diraih oleh Sorato Anraku dari Jepang dengan skor 48+, sementara peraih emas Olimpiade Tokyo 2020, Alberto Gines Lopez dari Spanyol, meraih perak dengan skor 47+. Atlet Inggris, Toby Roberts, melengkapi podium dengan perunggu setelah mencatatkan skor 46+.
Posisi Putra Tri Ramadani di peringkat keenam menempatkannya di atas beberapa atlet berpengalaman lainnya. Berdasarkan data IFSC, berikut adalah daftar peringkat finalis:
- Sorato Anraku (Jepang) - Emas (48+)
- Alberto Gines Lopez (Spanyol) - Perak (47+)
- Toby Roberts (Inggris) - Perunggu (46+)
- Satone Yoshida (Jepang) - Peringkat 4
- Jakob Schubert (Austria) - Peringkat 5
- Putra Tri Ramadani (Indonesia) - Peringkat 6 (40+)
- Adam Ondra (Republik Ceko) - Peringkat 7
- Neo Suzuki (Jepang) - Peringkat 8
Apresiasi FPTI dan Harapan Masa Depan
Meskipun Putra Tri Ramadani belum berhasil membawa pulang medali, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memberikan apresiasi tinggi atas performanya. FPTI menilai Putra telah menunjukkan perkembangan teknik dan mental yang matang. Konsistensi yang ditunjukkannya sejak fase kualifikasi menjadi poin penting bagi federasi.
Melalui akun Instagram resminya, @fpti_official, FPTI menyampaikan dukungan penuh. Mereka menulis, "Tetap semangat dan percaya diri pada proses Putra Tri Ramadani." Pernyataan ini menegaskan keyakinan federasi terhadap potensi besar yang dimiliki atlet muda ini.
Pengalaman berharga di Piala Dunia Panjat Tebing Koper ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Putra Tri Ramadani. FPTI berharap ia dapat menjadikan ajang ini sebagai motivasi untuk menatap turnamen internasional berikutnya. Target utama termasuk kualifikasi Olimpiade, di mana Putra diharapkan dapat bersaing lebih jauh dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia panjat tebing.
Sumber: AntaraNews