Cerita Pramono Dilempar Guyon Gubernur Lemhanas Soal Banjir Jakarta: Kok Enggak Diserang?

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap guyonan Gubernur Lemhannas soal banjir Jakarta dan menegaskan penanganan tetap berjalan.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Cerita Pramono Dilempar Guyon Gubernur Lemhanas Soal Banjir Jakarta: Kok Enggak Diserang?
Cerita Pramono Dilempar Guyon Gubernur Lemhanas Soal Banjir Jakarta: Kok Enggak Diserang? (Merdeka.com)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan dirinya sempat mendapat guyonan dari Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ace Hasan Syadzily, terkait penanganan banjir di Jakarta.

Peristiwa tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Lemhannas RI di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/1/2026).

“Tadi di ruang tunggu, Pak Gubernur Lemhannas becanda sama saya. Ini Jakarta banjir, kenapa kok Mas Pram enggak diserang gitu?,” kata Pramono.

Pj Gubernur Teguh Setyabudi Serukan Aksi Bersama untuk Penanganan Banjir Jakarta
Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung menekankan pentingnya kerja sama multi-pihak dan penanganan bertahap untuk mengatasi masalah Penanganan Banjir Jakarta, dari jangka pendek hingga panjang, guna mencegah potensi terulangnya bencana. AntaraNews

Menanggapi guyonan tersebut, Pramono mengaku merespons dengan santai. Ia mengatakan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah, termasuk dalam penanganan banjir, selalu memiliki dampak yang beragam di masyarakat.

“Saya bilang, apa yang saya lakukan tentunya ada yang senang, ada yang enggak senang. Enggak apa-apa,” ujarnya.

Pramono menegaskan bahwa candaan tersebut tidak mengurangi keseriusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjalankan langkah-langkah penanganan banjir yang sedang berlangsung.

Pramono Anung saat meninjau segmen Sungai Begog dan Pedongkelan di Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (23/1/2026).
Pramono Anung saat meninjau segmen Sungai Begog dan Pedongkelan di Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (23/1/2026). Istimewa

Menurut Pramono, seluruh kebijakan yang diambil pemerintah daerah dilakukan untuk kepentingan masyarakat dan publik secara luas. Salah satu langkah yang ditempuh adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya jangka pendek menghadapi curah hujan tinggi.

“Yang saya lakukan ini adalah untuk kepentingan masyarakat, kepentingan publik. Dan soal OMC, enggak semua orang senang, tapi yang penting program ini berjalan dan memberi manfaat,” jelasnya.

Dalam menghadapi cuaca ekstrem yang melanda Jakarta pada awal 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk melaksanakan OMC. Berdasarkan perkembangan kondisi cuaca, pelaksanaan OMC kemudian diperpanjang hingga 1 Februari 2026.

Rekomendasi