Lemhanas Kaji Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD, Ini Hasilnya
Kajian tersebut bersifat rahasia dan telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzily mengatakan pihaknya telah mengkaji sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada), termasuk wacana pengembalian mekanisme pemilihan dari langsung ke DPRD.
Namun, kajian tersebut bersifat rahasia dan telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Itu kita kasih langsung ke Bapak Presiden ya. Sifatnya rahasia,” kata Ace Hasan saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (28/1).
Kajian itu, kata Ace, tidak sekadar soal mekanisme Pilkadanya saja, melainkan efektivitasnya secara umum dan dampak terhadap ketahanan nasional.
“Kan harus dilihat secara komprehensif ya dari mulai sistem pemilu, kemudian bagaimana memastikan supaya proses sistem pemilihannya yang efektif, yang selanjutnya juga dilihat ketahanan nasionalnya juga karena kita membutuhkan kepemimpinan yang bisa memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat gitu,” jelasnya.
Pilkada Langsung Berjalan Lebih dari 2 Dekade
Ia menyebut bahwa evaluasi terhadap sistem Pilkada yang telah berjalan lebih dari dua dekade menjadi hal yang wajar di tengah dinamika politik dan tantangan nasional yang terus berkembang.
“Jadi kita ingin bahwa setiap sistem apapun yang sedang berjalan lebih dari 25 tahun kan harus kita lihat sejauh mana efektivitas dan kualitas dari sistem tersebut karena kan seiring dengan dinamika yang terjadi di dalam situasi yang kita hadapi saat ini,” ucap Ace.
Dia menyatakan bahwa Lemhanas berupaya untuk merampungkan kajian sistem Pilkada langsung sebelum pelaksanaan Pemilu mendatang. “Iya seharusnya bisa kami selesaikan (sebelum Pemilu),” katanya.