Asal Usul Kawanan Begal yang Beraksi di Jakarta Mayoritas Berasal dari Wilayah Sumatra
Selain dari Sumatra, polisi juga mendapati pelaku berasal dari wilayah penyangga ibu kota.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannuddin mengungkap asal komplotan pelaku kejahatan yang beraksi di Jakarta. Sebagian besar datang dari wilayah Sumatara.
Dia menyatakan, pelaku tidak hanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya. "Kelompok yang tadi dipertanyakan, sebagian besar adalah kelompok para pelaku kejahatan dari wilayah Sumatra," kata Iman kepada wartawan, Selasa (19/5) malam.
Selain dari Sumatra, polisi juga mendapati pelaku berasal dari wilayah penyangga ibu kota. Mereka masuk dalam jaringan kejahatan yang beroperasi di Jakarta. "Ada juga dari wilayah-wilayah penyangga daerah ibu kota," ujar dia.
Sebelumnya, timah panas bersarang di tubuh dua tersangka begal, JF dan AS. Polisi melepaskan tembakan saat menangkap keduanya di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannuddin mengatakan, penangkapan berlangsung tegang. Saat akan diamankan, kedua tersangka membawa senjata api.
"Demi keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan, kami melakukan tindakan tegas dan terukur," kata Iman kepada wartawan, Selasa (19/5) malam.
Terlibat Serangkaian Aksi
Menurut Iman, JF dan AS terlibat serangkaian aksi begal. Dari pemeriksaan awal, keduanya mengaku sudah beraksi di enam TKP di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi.
Polisi masih memburu jaringan pelaku. Imam menegaskan tak akan ragu memberi tindakan tegas terhadap pelaku begal.
"Kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku begal," ujarnya.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 477 KUHP, Pasal 479 KUHP, dan Pasal 306 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.