3 Jenazah Korban Ambruknya Pesantren Sidoarjo Teridentifikasi, Asal Surabaya
Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi tiga jenazah di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi tiga jenazah dari tragedi Ponpes Al Khoziny yang terletak di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Ketiga korban tersebut berasal dari Kota Surabaya.
"Tim DVI Polda Jatim telah berhasil melakukan identifikasi terhadap tiga jenazah. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lanjutan," ungkap Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol M Khusnan Marzuki, pada Sabtu malam (4/10).
Kombes Khusnan menjelaskan bahwa identifikasi ketiga korban dilakukan dengan metode sidik jari, pemeriksaan gigi, analisis medis, dan barang-barang milik korban.
"Saat ini proses operasi DVI masih berjalan dengan melakukan pendalaman data Ante Mortem dan Post Mortem," ujarnya.
Hingga saat ini, Polda Jatim telah menerima total 18 kantong jenazah, yang terdiri dari 17 jenazah dan 1 bagian tubuh.
"Sampai dengan hari ini, kami berhasil mengidentifikasi 8 dari 17 jenazah dan 1 body part atau bagian tubuh yang ditemukan," tambahnya.
Kombes Khusnan juga menyatakan bahwa proses identifikasi korban ponpes ambruk dilakukan oleh Tim DVI Polda Jatim, dengan dukungan dari Pusdokkes Polri dan Persatuan Dokter Forensik Indonesia.
"Malam ini juga, jenazah korban kami serahkan kepada keluarga. Kami turut berduka cita dan berharap semoga arwah mereka diterima oleh Allah SWT," tuturnya.
Identitas tiga korban terbaru
Identitas ketiga korban dalam tragedi Al Khoziny yang telah teridentifikasi adalah sebagai berikut:
- Firman Nur, seorang laki-laki berusia 16 tahun, yang beralamat di Jalan Tembok Lor 38 A, Surabaya. Ia teridentifikasi melalui pemeriksaan gigi, data medis, dan barang-barang pribadi.
- Muhammad Azka Ibadurrahman, laki-laki berusia 13 tahun, tinggal di Jalan Randu Indah No. 14, Kenjeran, Surabaya. Proses identifikasinya dilakukan berdasarkan data medis dan barang pribadi yang ditemukan.
- Daul Nilam, seorang laki-laki berumur 15 tahun, yang alamatnya terletak di Jalan Sido Kapasan Gang 8 nomor 18, Surabaya. Ia teridentifikasi melalui sidik jari, data medis, pemeriksaan gigi, serta barang-barang pribadinya.