Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku hingga kini belum menerima proposal resmi terkait rencana pemanfaatan anggaran negara untuk merenovasi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk beberapa waktu lalu.
“Belum ada proposalnya saya, saya tunggu,” ujar Purbaya singkat saat ditemui di Wisma Mandiri 2, Jakarta, Selasa (14/10).
Menurutnya, estimasi biaya untuk memperbaiki bangunan pesantren tersebut tidak akan terlalu besar. Namun, keputusan pencairan anggaran baru bisa dilakukan usai proposal diterima dan dibahas bersama.
“Nanti kita diskusikan. Kan satu juga enggak mahal, kalau cuma satu pesantren. Tapi saya belum lihat proposalnya, jadi saya enggak tahu (berapa kebutuhan anggarannya),” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, usulan pemakaian dana APBN untuk membangun ulang Ponpes Al Khoziny datang dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Kendati demikian, hingga saat ini permohonan resmi dari Menko PM belum masuk ke meja Menteri Keuangan.
“Saya nunggu proposal atau nunggu diskusi seperti apa, siapa yang mau ngasih segala macam. Tapi kalau masuk akal, ya kita eksekusi,” tambah Purbaya.
Advertisement
Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN
Di sisi lain, Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa perbaikan bangunan musala Ponpes Al Khoziny akan dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin kenyamanan santri yang menuntut ilmu di pesantren.
“Ponpes Al Khoziny ini layak dibantu APBN karena jumlah santrinya 1.900. Mau sekolah di mana? Mau dibiarkan di tenda? Pemerintah mau diam saja? Kalau kita tidak melakukan sesuatu, nanti malah dimarahi juga,” ujar Cak Imin di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (14/10).
Advertisement
Kritikan
Cak Imin juga menanggapi kritik terhadap rencana penggunaan APBN tersebut. Menurutnya, pemerintah justru sedang berupaya hadir untuk rakyat kecil, terutama para santri.
“Kepada teman-teman yang memprotes penggunaan APBN, apa solusi Anda? Kepada DPR yang ada satu dua orang yang memprotes, apa solusi Anda?” tegasnya.
“Tolong dibuka mata bahwa yang kita tolong adalah anak-anak negeri yang sedang belajar,” imbuhnya.