Polresta Bandarlampung mengambil langkah antisipatif dengan menerapkan rekayasa arus lalu lintas di sekitar Bundaran Tugu Adipura. Kebijakan ini diberlakukan menjelang pelaksanaan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026. Tujuannya adalah untuk mengurai potensi kemacetan dan memastikan kelancaran aktivitas masyarakat pada Minggu malam.
Rekayasa lalu lintas ini mulai berlaku pada pukul 20.00 WIB untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi nobar. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Bandarlampung, AKP Agustina Nilawati, menjelaskan bahwa tindakan ini penting. Hal tersebut untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi memadati area nobar.
Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kota Bandarlampung bekerja sama menyelenggarakan acara nobar final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Bundaran Tugu Adipura. Penyesuaian arus lalu lintas diharapkan mendukung kenyamanan para penonton yang akan menyaksikan pertandingan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Pengalihan Arus Menuju Tugu Adipura
Kendaraan yang datang dari arah Kotaraja dan hendak menuju Bundaran Tugu Adipura akan dialihkan. Pengguna jalan diarahkan melalui Jalan Tulang Bawang dan selanjutnya menuju Jalan S. Parman. Pengalihan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan di jalur utama.
Sementara itu, arus kendaraan dari Jalan Jenderal Sudirman yang ingin menuju Jalan Ahmad Yani juga mengalami perubahan rute. Pengendara akan diarahkan melalui Jalan DI Panjaitan terlebih dahulu. Kemudian, mereka akan melanjutkan perjalanan melalui Jalan M.T. Haryono sebelum mencapai Jalan Ahmad Yani.
Bagi kendaraan yang bergerak dari Jalan Diponegoro dengan tujuan Jalan Kartini, rute alternatif telah disiapkan. Arus lalu lintas akan dialihkan melalui Jalan M.H. Thamrin. Setelah itu, pengendara dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalan Wolter Monginsidi sebelum akhirnya tiba di Jalan Kartini.
Advertisement
Advertisement
Penempatan Personel dan Imbauan Keselamatan
Selain melakukan pengalihan arus, Polresta Bandarlampung juga menempatkan sejumlah personel di titik-titik strategis. Personel ini bertugas untuk mengatur lalu lintas secara langsung. Mereka juga siap memberikan petunjuk arah kepada para pengguna jalan.
Penempatan petugas di persimpangan-persimpangan kunci sangat penting. Hal ini untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan efektif. Kehadiran polisi diharapkan dapat meminimalisir kebingungan pengendara dan mencegah kemacetan.
Polresta Bandarlampung turut mengimbau masyarakat untuk kooperatif. Warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak menuju kawasan Bundaran Tugu Adipura disarankan menggunakan jalur alternatif selama rekayasa lalu lintas berlangsung. Imbauan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan dan mendukung kelancaran rekayasa lalu lintas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews