Perkuat Budaya Bersih, Gerakan Reresik Sekolah Yogyakarta Libatkan Ribuan Pelajar

Ribuan pelajar Yogyakarta antusias ikuti Gerakan Reresik Sekolah, inisiatif menanamkan budaya hidup bersih dan peduli lingkungan sejak dini, mendukung Indonesia ASRI.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perkuat Budaya Bersih, Gerakan Reresik Sekolah Yogyakarta Libatkan Ribuan Pelajar
Ribuan pelajar Yogyakarta antusias ikuti Gerakan Reresik Sekolah, inisiatif menanamkan budaya hidup bersih dan peduli lingkungan sejak dini, mendukung Indonesia ASRI. (AntaraNews)

Suasana riuh rendah tawa dan semangat terpancar dari wajah para pelajar Kota Yogyakarta yang memadati kawasan sekolah serta trotoar di sepanjang Jalan Cik Di Tiro, Terban, Kecamatan Gondokusuman pada Jumat pagi (17/7). Mereka adalah bagian dari ribuan siswa dari jenjang TK hingga SMA yang berpartisipasi dalam Gerakan Reresik Sekolah Yogyakarta, sebuah aksi kolektif untuk membersihkan lingkungan.

Dengan peralatan kebersihan seperti sapu dan serok di tangan, para pelajar ini dengan sigap memunguti sampah yang berserakan di trotoar, saluran air, hingga fasilitas publik di tepi jalan utama Kota Yogyakarta. Kegiatan ini didampingi oleh para guru, perwakilan organisasi kepemudaan, serta masyarakat setempat, menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Gerakan Reresik Sekolah Yogyakarta ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memperkuat budaya hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan. Aksi ini juga menjadi penutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 yang berlangsung serentak di seluruh satuan pendidikan di Kota Yogyakarta.

Gerakan Reresik Sekolah sebagai Penutup MPLS

Gerakan Reresik Sekolah Yogyakarta yang berlangsung pada Jumat pagi (17/7) menandai hari terakhir pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. MPLS ini telah dilaksanakan serentak mulai Senin (13/7) hingga Jumat (17/7) di seluruh jenjang pendidikan, mempersiapkan siswa baru sebelum memulai pembelajaran efektif pada Senin (20/7).

Kawasan Jalan Cik Di Tiro dipilih sebagai pusat kegiatan karena strategis dan merupakan salah satu pusat pendidikan, kesehatan, serta perbankan di jantung Kota Yogyakarta. Menurut data dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Yogyakarta, setidaknya ada 11 sekolah atau satuan pendidikan di sepanjang jalan protokol tersebut. Keterlibatan siswa dari berbagai jenjang ini menunjukkan skala dan komitmen dalam pelaksanaan gerakan.

Pembukaan MPLS pada 13 Juli dilakukan oleh Wali Kota Hasto Wardoyo di SMP Negeri 10 Yogyakarta, sementara penutupan rangkaian kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Wali Kota Wawan Harmawan di SMP Negeri 1 Yogyakarta. Mugi Suyatno, Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Yogyakarta, menjelaskan bahwa seremoni utama Gerakan Reresik Sekolah Yogyakarta dipusatkan di SMP Negeri 1 Yogyakarta, mencakup radius 800 meter di sekitar 11 sekolah yang ada di lokasi tersebut.

Kegiatan ini menjadi penguatan bagi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mensukseskan dan mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman Sehat, Resik dan Indah). "Tentu kegiatan itu juga menjadi penguatan kegiatan Pemerintah Kota Yogyakarta agar Yogyakarta berhati nyaman, mensukseskan dan mendukung Gerakan Indonesia ASRI," kata Mugi Suyatno.

Menanamkan Budaya Hidup Bersih Sejak Dini

Melalui Gerakan Reresik Sekolah Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta secara aktif memperkuat budaya hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan. Inisiatif ini melibatkan berbagai pihak, terutama generasi muda, yang diharapkan menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.

Oleh karena itu, para pelajar dibiasakan sejak dini untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, baik di sekolah maupun di ruang publik. Penanaman budaya hidup bersih melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter setiap generasi muda. Pendidikan karakter ini melengkapi pengetahuan akademis yang mereka peroleh di kelas.

Upaya ini bertujuan membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Pembentukan karakter yang tumbuh dari kebiasaan sehari-hari, seperti melalui Gerakan Reresik Sekolah Yogyakarta, sangat efektif. Selain membersihkan lingkungan sekolah, aksi di sepanjang jalan protokol juga menjadi media pembelajaran tentang tanggung jawab, disiplin, gotong royong, dan kepedulian.

Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pelajar, guru, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat, dalam membersihkan kawasan sekolah dan ruang publik, menunjukkan pentingnya kolaborasi. Wakil Wali Kota Wawan Harmawan menegaskan, “Ketika sekolah, pemerintah, pemuda, dan masyarakat bergerak bersama, lingkungan yang bersih dan nyaman akan lebih mudah diwujudkan.”

Yogyakarta Berhati Nyaman dan Indonesia ASRI

Pemerintah Kota Yogyakarta berharap semangat yang dibangun melalui Gerakan Reresik Sekolah Yogyakarta tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, diharapkan kegiatan ini tumbuh menjadi kebiasaan yang terus dipraktikkan oleh pelajar dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan sekitar.

Upaya ini sejalan dengan pentingnya budaya menjaga kebersihan sebagai salah satu faktor dalam mempertahankan identitas Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan, Kota Budaya, dan Kota Kreatif. Identitas ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan dan kekayaan budaya, tetapi juga tercermin dari perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan, ketertiban, serta kelestarian lingkungan.

Predikat Yogyakarta sebagai kota yang nyaman akan lebih mudah dipertahankan apabila seluruh masyarakat memiliki kesadaran dan kebiasaan menjaga kebersihan. Lingkungan yang bersih dan tertata akan memberikan kenyamanan bagi warga maupun wisatawan, mendukung citra positif kota.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Yogyakarta menilai bahwa pembentukan budaya hidup bersih perlu dimulai dari lingkungan sekolah. Sekolah merupakan ruang yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik dan membentuk kebiasaan yang akan mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari. Dari ruang-ruang sekolah inilah, semangat menjaga kebersihan diharapkan meluas ke ruang publik dan lingkungan tempat tinggal, memperkuat semangat Jogja Berhati Nyaman dan Gerakan Indonesia ASRI.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi