Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) kembali mengumumkan keberhasilan dalam proses identifikasi. Enam jenazah korban ambruknya bangunan mushalla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo pada 29 September lalu, kini telah teridentifikasi secara resmi.
Pengumuman ini disampaikan oleh Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol M Khusnan Marzuki di Surabaya pada Rabu malam, 8 Oktober. Keberhasilan ini menambah daftar panjang korban yang identitasnya berhasil dipastikan pasca-tragedi memilukan tersebut.
Proses identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI ini melibatkan berbagai metode ilmiah yang akurat. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap kantong jenazah yang diterima dapat dicocokkan dengan data antemortem yang telah dikumpulkan dari keluarga korban.
Advertisement
Advertisement
Proses Identifikasi Intensif oleh DVI Polda Jatim
Kombes Pol M Khusnan Marzuki menjelaskan bahwa tim DVI Polda Jatim telah melakukan identifikasi terhadap enam kantong jenazah yang baru. Keenam kantong jenazah tersebut telah cocok dengan data antemortem yang dimiliki oleh pihak kepolisian.
Proses identifikasi ini tidak hanya mengandalkan satu metode, melainkan kombinasi dari beberapa pemeriksaan. Khusnan menyebutkan bahwa identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan medis, kecocokan properti pribadi yang ditemukan pada jenazah, serta uji deoxyribonucleic acid (DNA) untuk hasil yang paling akurat.
Dengan penambahan enam korban ini, total sebanyak 40 korban telah berhasil diidentifikasi. Jumlah ini berasal dari 67 kantong jenazah yang diterima oleh Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim sejak awal operasi.
Advertisement
Advertisement
Daftar Korban yang Berhasil Diidentifikasi
Enam korban terbaru yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim adalah sebagai berikut:
- Abdus Somad (17), berasal dari Dusun Kamarong, Banjar, Kedungdung, Sampang.
- Imam Junaidi (16), berasal dari Kampung Nangger, Alas Kokon, Modung, Bangkalan.
- Mohammad Fajri Ali (14), berasal dari Kalimas Baru I Gang 1/25, Pabean Cantian, Surabaya.
- Muhammad Nasi Hudin (15), berasal dari Dusun Riding Panjang, Belinyu, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
- Achmad Suwaifi (15), berasal dari Kampung Galba, Panjalinan, Blega, Bangkalan.
- Mochammad Haikal Ridwan (14), berasal dari Dusun Barat Leke, Sendang Dajah, Labang, Bangkalan.
Identifikasi keenam korban ini memberikan kejelasan bagi keluarga yang menanti kabar dari kerabat mereka. Tim DVI terus bekerja keras untuk menyelesaikan seluruh proses identifikasi.
Advertisement
Advertisement
Update Penanganan Korban dan Operasi DVI Berkelanjutan
Hingga Rabu (8/10/2025) pukul 19.00 WIB, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim melaporkan jumlah korban bangunan ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo mencapai 165 orang. Dari jumlah tersebut, 5 body part masih belum teridentifikasi.
Rincian dari 165 korban tersebut meliputi 3 pasien rawat inap, 100 pasien yang sudah pulang setelah mendapatkan perawatan, dan 1 korban yang pulang tanpa membutuhkan perawatan medis. Tragisnya, sebanyak 61 orang dinyatakan meninggal dunia akibat insiden ini.
Kombes Pol M Khusnan Marzuki menegaskan bahwa operasi DVI masih terus berjalan. "Saat ini operasi DVI masih berjalan. Tim kami terus melakukan pendalaman terhadap data antemortem (AM) dan postmortem (PM) untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi," tutur Khusnan.
Advertisement
Selain Tim DVI Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim dan Dinkes Jatim, penanganan jenazah korban juga melibatkan Tim NU Peduli Al-Khoziny. Tim ini turut membantu dalam proses pemulasaran jenazah, menunjukkan kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan bencana ini.
Sumber: AntaraNews