Kondisi Terkini Ponpes Al Khoziny, Gedung Lama Rawan Roboh Usai Miring Akibat Musala Ambruk
Gedung lama yang miring itu rawan roboh apabila proses pengangkatan material runtuhan langsung dilakukan.
Runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren Al Khoziny pada Senin (29/9) lalu tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Namun, gedung lain yang lebih dulu ada, saat ini disebut tengah mengalami kemiringan akibat tertimpa sebagian material beton.
"Kalau kita lihat secara langsung di lokasi bangunan yang lama itu pun sudah miring," kata Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) BNPB, Kolonel Inf Hery Setiono.
Hery menjelaskan, gedung lama yang miring itu rawan roboh apabila proses pengangkatan material runtuhan langsung dilakukan. Perlu ada penanganan khusus dengan metode teknik tertentu untuk mencegah keruntuhan susulan.
"Takutnya kalau kita asal tarik kita asal breaker. Ketika itu terpatahkan atau sudah roboh ataupun menjadi beberapa potongan menjadi tidak ada kekuatan bagi bangunan lama yang menyambung pada struktur ini akan menjadi roboh," ujar Hery.
Bangunan Lama Ditopang
Untuk mengantisipasi risiko, tim teknis memutuskan memasang penopang terlebih dahulu pada bangunan lama, sebelum pemotongan puing reruntuhan gedung ambruk dilakukan.
“Itu akan diberikan semacam penopang dulu sanggahan-sanggahan terhadap bangunan yang lama dan terhadap puing yang akan kita potong. Nanti mungkin teknisnya akan kembali lagi menggunakan sistem cutting, kemudian diangkat," ujar Hery.
Tim SAR gabungan bakal melibatkan pakar konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melakukan penanganan khusus terhadap konstruksi gedung lama yang mengalami kemiringan tersebut.
“Harapannya pada malam hari ini kita akan menggunakan mekanisme teknis yang khusus dengan didampingi oleh Pak Muji dari ITS ya selaku konsultan dalam penanganan ini untuk khususnya konsultan teknis konstruksi,” ujar dia.
Jumlah Korban Meninggal Dunia
Sementara data Basarnas, per Senin (6/10), total korban yang berhasil ditemukan berjumlah 158 orang. Terdiri 104 dalam kondisi selamat, 54 meninggal dunia, 5 di antaranya masih berupa potongan tubuh.
Sedangkan yang belum ditemukan sebanyak 17 orang. Jumlah itu masih akan bisa bertambah karena potongan tubuh yang dievakuasi masih belum bisa teridentifikasi saling berhubungan satu sama lain atau tidak.