Puluhan Nyawa Melayang, Begini Atensi Presiden Prabowo Terhadap Insiden Pesantren Sidoarjo yang Ambruk
Insiden ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo yang menewaskan puluhan santri mendapat atensi khusus Presiden Prabowo Subianto. Simak langkah pemerintah!
Insiden ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, telah menarik perhatian serius dari pemerintah pusat. Bangunan musala tersebut runtuh saat ratusan santri sedang melaksanakan salat berjamaah.
Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberikan atensi khusus terhadap peristiwa tragis ini. Kejadian nahas tersebut terjadi pada Senin, 29 September lalu, menyebabkan kerugian besar.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden telah menginstruksikan penanganan cepat. Instruksi ini ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan jajaran menteri terkait untuk evakuasi korban.
Instruksi Langsung Presiden Prabowo untuk Penanganan Insiden
Mensesneg Prasetyo Hadi, yang akrab disapa Pras, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memonitor terus perkembangan insiden ini. Beliau memerintahkan para menteri terkait dan gubernur untuk memberikan perhatian penuh. Prioritas utama adalah evakuasi korban yang terjebak di bawah puing-puing bangunan musala.
Presiden juga menekankan pentingnya penanggulangan cepat dan efektif di lokasi kejadian. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons bencana yang menimpa fasilitas pendidikan agama. Langkah-langkah darurat segera diambil untuk meminimalisir dampak lebih lanjut.
Instruksi ini mencakup koordinasi antara berbagai pihak berwenang. Tujuannya adalah memastikan semua sumber daya dikerahkan untuk membantu para korban. Penanganan insiden pesantren Sidoarjo menjadi prioritas nasional.
Evaluasi Menyeluruh Keamanan Bangunan Pesantren
Selain penanganan darurat, Presiden Prabowo juga memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh bangunan pesantren di Indonesia. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan keselamatan infrastruktur. Ini adalah langkah proaktif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa semua pondok pesantren diharapkan segera didata. Data tersebut akan digunakan untuk memastikan keamanan bangunan dan infrastruktur di masing-masing lokasi. Keamanan santri menjadi perhatian utama dalam kebijakan ini.
Langkah evaluasi ini sangat krusial mengingat insiden ambruknya musala terjadi saat renovasi. Renovasi di lantai tiga musala diduga menjadi salah satu faktor penyebab runtuhnya bangunan. Standar keselamatan bangunan pesantren akan diperketat.
Update Korban dan Proses Evakuasi di Ponpes Al Khoziny
Insiden di Ponpes Al Khoziny menyebabkan ratusan santri yang sedang shalat berjamaah menjadi korban. Diperkirakan lebih dari 100 santri berada di lantai dasar saat bangunan empat lantai runtuh. Jumlah korban meninggal terus bertambah seiring proses evakuasi.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, melaporkan bahwa hingga Minggu, 5 Oktober 2025, jumlah korban meninggal mencapai 36 orang. Budi juga memperkirakan masih ada 27 santri yang terjebak di bawah puing-puing bangunan. Proses pencarian masih terus berlangsung.
Lebih dari 400 petugas SAR telah dikerahkan untuk evakuasi korban. Namun, proses ini sangat menantang karena puing-puing besar yang rentan ambruk. Basarnas Surabaya mencatat 104 korban selamat per Sabtu, 4 Oktober, setelah satu santri yang hilang ditemukan dalam kondisi hidup.
Tim SAR terus bekerja keras di tengah kondisi sulit. Mereka berupaya menemukan korban yang masih terjebak dan memastikan keselamatan tim. Insiden pesantren Sidoarjo ini menjadi duka mendalam bagi seluruh bangsa.
Sumber: AntaraNews