113 Korban Terdampak, Baznas Sigap Buka Layanan Kesehatan dan Dapur Umum untuk Santri Al-Khoziny

Baznas RI sigap memberikan bantuan layanan kesehatan dan dapur umum bagi santri Pondok Pesantren Al-Khoziny pasca musala ambruk, meringankan beban 113 korban terdampak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
113 Korban Terdampak, Baznas Sigap Buka Layanan Kesehatan dan Dapur Umum untuk Santri Al-Khoziny
Kasus bangunan ambruk di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo menimbulkan kekhawatiran. Namun, peristiwa ini tak seharusnya memicu trauma berlebihan terhadap pendidikan pesantren secara umum. (AntaraNews)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dengan cepat merespons insiden musala ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Bantuan kemanusiaan ini meliputi penyediaan layanan kesehatan, dapur umum, serta dapur air bagi para santri dan masyarakat terdampak. Langkah sigap ini diambil untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan terkoordinasi.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi. Menurut Saidah, Baznas hadir di lokasi untuk meringankan beban para korban yang mengalami luka maupun syok. Kehadiran tim medis dan logistik ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Insiden ambruknya musala terjadi pada Senin (29/9) sore sekitar pukul 15.35 WIB saat kegiatan pengecoran bangunan berlangsung. Diduga fondasi tidak kuat menahan beban, menyebabkan bangunan bertingkat itu runtuh hingga lantai dasar. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat sebanyak 113 orang menjadi korban dalam peristiwa tragis ini.

Layanan kesehatan menjadi prioritas utama Baznas di lokasi bencana, dengan mengerahkan tenaga medis profesional. Tim medis dari Rumah Sehat Baznas Sidoarjo dan Sragen diterjunkan langsung ke Pondok Pesantren Al-Khoziny. Mereka bertugas memberikan penanganan medis awal bagi korban luka serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.

Pemeriksaan kesehatan rutin ini sangat penting untuk memastikan kondisi para santri tetap terpantau pasca insiden. Saidah Sakwan menekankan bahwa langkah ini krusial agar para korban yang mengalami luka fisik maupun trauma psikologis segera mendapatkan penanganan yang tepat. Fokus utama adalah meminimalkan dampak kesehatan jangka panjang akibat musibah.

Selain penanganan darurat, tim medis Baznas juga memberikan edukasi kesehatan dasar kepada santri dan masyarakat sekitar. Upaya ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah potensi penyebaran penyakit di area pengungsian. Baznas berkomitmen penuh dalam memastikan kesehatan dan kesejahteraan para korban.

Tidak hanya fokus pada layanan medis, Baznas juga memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan dasar para korban. Dapur umum dan dapur air didirikan di lokasi untuk menyediakan makanan dan minuman bagi seluruh santri dan masyarakat sekitar. Kebutuhan pangan dan air bersih merupakan aspek vital dalam penanganan bencana.

Setiap hari, dapur umum Baznas beroperasi untuk memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi ratusan santri dan warga terdampak. Saidah Sakwan menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar ini menjadi perhatian serius Baznas dalam misi kemanusiaan. "Tidak hanya layanan medis, Baznas juga membuka dapur umum dan dapur air agar kebutuhan makan dan minum seluruh santri dan masyarakat sekitar bisa terpenuhi setiap hari," ujarnya.

Ketersediaan air bersih melalui dapur air juga sangat vital untuk sanitasi dan kebutuhan minum. Tim Baznas bekerja keras untuk memastikan pasokan air bersih mencukupi, mengingat pentingnya hidrasi dan kebersihan. Bantuan logistik ini merupakan bagian integral dari upaya Baznas untuk meringankan beban para korban musibah.

Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, Baznas mengerahkan sejumlah personel dari berbagai daerah untuk memastikan koordinasi yang efektif. Tim yang terlibat berasal dari Baznas Jawa Timur, Baznas Tanggap Bencana (BTB) Jawa Timur, BTB Sidoarjo, BTB Jombang, BTB Madiun, dan BTB Trenggalek. Kolaborasi ini menunjukkan kesiapsiagaan Baznas dalam menghadapi bencana.

Saidah Sakwan berharap bahwa melalui bantuan yang terkoordinasi ini, pihaknya dapat meringankan beban para santri dan masyarakat terdampak. "Melalui bantuan ini, Saidah berharap pihaknya dapat meringankan beban para santri terdampak," katanya. Upaya pencarian korban dan pembersihan puing-puing juga masih terus berlanjut dengan menggunakan alat berat.

Insiden ambruknya musala ini dilaporkan oleh Kantor SAR Surabaya pada Senin (29/9) sore, yang kemudian memicu respons cepat dari berbagai pihak. Hingga kini, proses pencarian dan penanganan pasca-bencana terus dilakukan. Baznas akan terus memantau situasi dan siap memberikan dukungan lebih lanjut sesuai kebutuhan di lapangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi