Terkubur 3 Hari di Reruntuhan, Dua Santri Ponpes Al Khoziny Selamat, Satu Meninggal
Tim Basarnas berhasil mengevakuasi ketiga santri itu yang berada di zona deteksi merah dan hitam.
Dua orang santri Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, yang masuk dalam zona deteksi merah dan hitam Basarnas, akhirnya dapat dievakuasi. Kedua orang santri itu terjebak dalam runtuhan gedung ponpes yang ambruk tiga hari lalu.
Kabasarnas Marsda Mohammad Syafii, menjelaskan dua korban tersebut dievakuasi dari sektor A1 atau bagian depan bangunan mushala yang ambruk. Kedua korban, disebutnya masuk dalam zona yang sudah terpetakan menjadi 15 titik.
"Berkat doa dari seluruh masyarakat Indonesia hari ini sesuai yang saya sampaikan ada 15 titik yang bisa kita deteksi dan alhamdulillah dua korban telah terevakuasi. Jadi, hari ini yang kita temukan ada di sektor A1," katanya.
Saat proses evakuasi, satu korban dinyatakan meninggal dunia dan satu korban selamat namun segera membutuhkan penanganan medis.
"Satu kondisi sudah meninggal dunia dan satu alhamdulillah mudah-mudahan pada saat tadi kita serah terimakan dengan tim medis. Mudah-mudahan yang bersangkutan cepat pulih dan sembuh sehat kembali. Karena, seperti yang kita sampaikan bahwa satu nyawa sebenarnya merupakan aset bangsa yang tidak bisa dinilai," tuturnya.
Syafii mengungkapkan dengan dievakuasinya dua santri sore ini, data sementara korban yang berhasil dievakuasi Tim SAR berjumlah 13 orang dan empat di antaranya meninggal dunia.
Namun Syafii mengakui masih ada kesimpang siuran data korban dalam peristiwa ini. Meski demikian, saat ini pihaknya masih fokus melakukan upaya penyelamatan korban.
"Iya (empat korban) Sementara yang sudah kita evakuasi dalam kondisi meninggal. Iya (total 13) nanti mungkin untuk detailnya yang kita sampaikan tadi bahwa ada kesimpangsiuran terkait dengan jumlah. Mungkin nanti secara perlahan, tadi fokus kita hanya di operasi untuk rescue," ungkapnya.
Diketahui, insiden ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.15 WIB, saat proses pengecoran lantai atas sedang berlangsung. Pada waktu yang sama, sejumlah santri tengah melaksanakan salat Asar di musala lantai dasar.
Runtuhnya bangunan secara tiba-tiba menyebabkan beberapa santri terjebak di bawah tumpukan beton, dan hingga kini proses evakuasi masih berlangsung dengan harapan menyelamatkan korban dalam masa krusial 72 jam pasca-kejadian.