Tuntas Besok? Basarnas Evakuasi 2 Korban Lagi dari Reruntuhan Al Khoziny, Total Meninggal Jadi 39 Jiwa

Basarnas kembali mengevakuasi dua jenazah dari reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, menambah total korban meninggal menjadi 39 jiwa. Proses evakuasi korban reruntuhan Al Khoziny diperkirakan selesai besok.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tuntas Besok? Basarnas Evakuasi 2 Korban Lagi dari Reruntuhan Al Khoziny, Total Meninggal Jadi 39 Jiwa
Basarnas kembali mengevakuasi dua jenazah dari reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, menambah total korban meninggal menjadi 39 jiwa. Proses evakuasi korban reruntuhan Al Khoziny diperkirakan selesai besok. (AntaraNews)

Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) kembali melakukan evakuasi dua jenazah dari lokasi reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Kejadian ambruknya bangunan ini telah terjadi sejak Senin (29/9) lalu, dan upaya pencarian terus dilakukan tanpa henti.

Kedua korban terbaru ini berhasil diangkat pada Minggu (5/10), menambah daftar panjang jumlah korban yang terdampak. Proses evakuasi dilakukan dengan cermat oleh tim SAR di sektor A3 reruntuhan, yang merupakan salah satu area fokus pencarian.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengonfirmasi penemuan ini di Sidoarjo. Ia menyatakan, "Dua korban berhasil dievakuasi. Satu bagian tubuh dan satu jenazah berhasil diangkat dari sektor A3."

Perkembangan Evakuasi Korban Reruntuhan Al Khoziny Terkini

Dengan penemuan dua jenazah terbaru ini, total korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny telah mencapai 143 orang. Angka ini mencakup korban luka maupun meninggal dunia, menunjukkan skala bencana yang cukup besar.

Jumlah korban meninggal dunia sendiri kini telah mencapai 39 jiwa, termasuk dua potongan tubuh yang juga ditemukan. Data ini terus diperbarui seiring dengan progres evakuasi yang dilakukan oleh tim Basarnas dan relawan di lapangan.

Nanang Sigit menambahkan bahwa sejak Sabtu (4/10) siang, tim evakuasi berhasil mengangkat 23 jenazah dalam kurun waktu 24 jam. Ini merupakan peningkatan signifikan dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban.

Prediksi Penyelesaian dan Tantangan Evakuasi

Melihat kecepatan evakuasi dalam 24 jam terakhir, Nanang Sigit memperkirakan bahwa proses pencarian dapat selesai dalam waktu dekat. "Dari data yang dihimpun Basarnas berdasarkan laporan keluarga korban, masih terdapat 23 korban yang dinyatakan belum ditemukan," jelas Nanang.

Ia melanjutkan, "Artinya, dengan kondisi sekarang, secara matematis besar evakuasi dapat selesai besok Senin (6/10) siang." Prediksi ini memberikan harapan baru bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar kerabatnya.

Namun, Nanang juga menegaskan bahwa data jumlah korban yang belum dievakuasi tersebut tidak bersifat pasti. Hal ini disebabkan belum adanya pihak yang bisa mengonfirmasi jumlah pasti korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan. Ketidakpastian ini menjadi tantangan tersendiri dalam operasi SAR.

Progres Pengangkatan Puing-puing Reruntuhan

Selain evakuasi korban, proses pengangkatan puing-puing reruntuhan bangunan juga terus berjalan intensif. Nanang menyebutkan bahwa progres pengangkatan puing-puing telah mencapai 75 persen dari keseluruhan area.

Saat ini, sisa reruntuhan yang masih dalam proses pengangkatan berada di sisi sektor A2 dan A1. Area-area ini menjadi fokus utama tim untuk membersihkan material bangunan yang ambruk, sembari tetap mencari kemungkinan adanya korban lain.

Upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat, sangat berperan penting dalam percepatan penanganan bencana ini. Diharapkan seluruh proses dapat diselesaikan dengan baik dan semua korban dapat ditemukan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi