Dua Jenazah Kembali Ditemukan di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Terhimpit di Area Wudhu

Kedua korban dievakuasi hari ini sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Dua Jenazah Kembali Ditemukan di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Terhimpit di Area Wudhu
Dua Jenazah Kembali Ditemukan di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Terhimpit di Area Wudhu (Merdeka.com)

Dua jenazah kembali ditemukan tim SAR gabungan di reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Kedua jenazah itu ditemukan tim SAR gabungan terhimpit di area wudhu, Jumat (3/10) pagi.

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Yudhi Bramantyo mengatakan, kedua korban dievakuasi hari ini sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Pagi ini, hari Jumat (3/10), tadi sekitar pukul 07.30 WIB, kita berhasil evakuasi lagi satu santri kita, kemudian satu lagi berhasil kita evakuasi juga pada pukul 07.36 WIB," tutur Bramantyo, Jumat (3/10).

Soal identitas, Bramantyo belum bisa memastikan karena jenazah masih dalam proses identifikasi tim DVI Polda Jawa Timur. Setelah ditemukan, korban dimasukkan ke kantong jenazah dan dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya.

"Namun yang jelas kedua (korban) kita evakuasi dari tempat wudhu, sepertinya tertimpa pecahan di tempat wudhu," imbuh Bramantyo.

Dikonfirmasi apakah kemungkinan dua korban tersebut belum sempat memasuki gedung utama Musala, Bramantyo belum bisa menjelaskan. Yang jelas, tim SAR menemukannya di reruntuhan tempat wudhu.

"Saya tidak tahu apakah yang bersangkutan, karena jalan masuk ke Musalanya juga lewat tempat wudhu, apa terlambat salat terus mau wudhu atau setelah dia salat, terus lewat situ," tukas Bramantyo.

Diketahui, bangunan musala tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.

Akibatnya, banyak santri yang diduga terjebak dalam reruntuhan bangunana. Hingga Jumat (3/10) pukul 07.36 WIB, sebanyak 110 orang menjadi korban, dengan rincian 7 orang meninggal dunia dan 103 korban selamat.

Tim SAR gabungan hingga kini terus berupaya mengevakuasi korban yang masih terjebak reruntuhan bangunan. Sejumlah alat berat seperti ekskavator dan crane dikerahkan untuk mengangkat reruntuhan bangunan.

Rekomendasi