Basarnas Kembali Evakuasi Lima Korban, Total 18 Jiwa Terdampak Reruntuhan Ponpes Al Khoziny
Basarnas kembali melakukan evakuasi korban Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, menemukan lima orang lagi, menambah total 18 korban.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali melanjutkan operasi evakuasi di reruntuhan mushalla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Upaya ini dilakukan menyusul ambruknya bangunan tersebut pada Senin (29/9) lalu, yang menyebabkan sejumlah santri dan pekerja tertimbun. Tim SAR gabungan bekerja tanpa henti untuk mencari dan menyelamatkan korban yang masih terjebak di bawah puing-puing.
Pada Rabu (01/10) malam, Basarnas berhasil mengevakuasi lima korban tambahan dari lokasi kejadian. Evakuasi ini menambah daftar panjang upaya penyelamatan yang telah dilakukan sejak insiden tragis tersebut terjadi. Seluruh korban yang berhasil ditemukan segera mendapatkan penanganan medis atau dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk identifikasi lebih lanjut.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengonfirmasi keberhasilan operasi ini. Ia menyatakan bahwa timnya terus berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di bawah reruntuhan. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi banyak pihak, mengingat dampak yang ditimbulkan terhadap komunitas pesantren.
Evakuasi Terkini: Lima Korban Ditemukan, Dua Meninggal Dunia
Tim Basarnas kembali mencatat keberhasilan dalam operasi pencarian dan pertolongan di Ponpes Al Khoziny. Pada pukul 20.47 WIB, Rabu (01/10), lima korban berhasil dievakuasi dari reruntuhan mushalla yang ambruk. Penemuan ini merupakan perkembangan terbaru setelah pembaruan informasi pada sore harinya, menunjukkan intensitas kerja tim di lapangan.
Dari lima korban yang berhasil diangkat, dua di antaranya terkonfirmasi meninggal dunia, sementara tiga lainnya ditemukan dalam kondisi selamat. Informasi ini disampaikan langsung oleh Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo di Sidoarjo. "Pada pukul 20.47 WIB, kami kembali berhasil mengevakuasi lima korban sejak update terakhir sore tadi," kata Bramantyo.
Korban selamat segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo dan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Sementara itu, dua korban meninggal dunia dievakuasi menuju RSI Siti Hajar Sidoarjo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Penanganan cepat ini diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk bagi para korban.
Total Korban dan Upaya Penyisiran Berkelanjutan
Dengan penemuan lima korban terbaru, Basarnas mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang sebelumnya teridentifikasi dalam kondisi status merah telah berhasil dievakuasi. Rinciannya adalah lima korban selamat dan dua korban meninggal dunia pada hari tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi tim dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Secara keseluruhan, jumlah korban yang berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan mushalla Ponpes Al Khoziny kini mencapai 18 orang. Dari jumlah tersebut, tercatat lima orang meninggal dunia dan 13 korban lainnya dinyatakan selamat. Data ini menjadi acuan penting bagi pihak berwenang dalam mengelola situasi pasca-bencana.
Meskipun sebagian besar korban telah dievakuasi, Bramantyo menegaskan bahwa timnya akan terus melakukan penyisiran pada malam hari. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada lagi korban yang masih tertimbun di area reruntuhan. "Kita upayakan semaksimal mungkin malam ini," ujarnya, menunjukkan komitmen penuh untuk menyelesaikan misi pencarian ini.
Sumber: AntaraNews