Menteri PU Dukung Santri Jadi Tenaga Konstruksi, PKB Ingatkan Pentingnya ROAN
Sekretaris Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Saifullah Maksum mengatakan, ada istilah ROAN dalam kehidupan di pondok pesantren (ponpes).
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan pemerintah akan mendukung para santri mengembangkan keahlian sebagai tenaga konstruksi, menyusul viralnya video santri Pondok Pesantren Al Khoziny yang ikut ngecor bangunan.
Terkait hal itu, Sekretaris Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Saifullah Maksum mengatakan, ada istilah ROAN dalam kehidupan di pondok pesantren (ponpes).
"Kalau sampean pernah hidup di pesantren, ada yang namanya ROAN. Istilah ROAN, sekarang lagi viral. Mungkin kita yang di pesantren, apa sih ROAN? ROAN itu cuma inisiatif murni, ROAN kerja bakti yang luar biasa spontan, para santri untuk kegiatan apapun," kata Saifullah kepada wartawan, Kamis (16/10).
Ia pun mencontohkan kegiatan ROAN yang dimaksudnya itu seperti membangun jalan, gedung hingga membersihkan toilet dan lain-lain.
"Kenapa ada ROAN, ada mekanisme dan sistem ROAN? Karena itu bagian dari efisiensi dan cara pesantren menyiasati, mengatasi keterbatasan dalam hal pembiayaan untuk sumber daya," ujarnya.
"Adapun bahwa ada kelemahan, iya kita akui. Itulah yang perlunya negara atau kaum profesional membantu pesantren," sambungnya.
Dirinya ingin agar adanya bantuan diluar dari adanya kegiatan ROAN seperti desain hingga arsitekturnya.
"Ayo dibantu, ROAN-nya tenaganya santri, tapi desainnya, konstruksinya, arsitekturalnya, ayo para ahlinya bantu. Jangan terus, wah dikecam terus, oh salah, iya memang selama ini ada kelemahan itu, ya ayo dibantu, jangan terus dipojokkan," jelasnya.
"Terus ujungnya apa masih percaya kiau, itu yang enggak enak, ya dibantu lah, wong ini juga milik kita, milik warga negara kita," sambungnya.
Saifullah menilai, ROAN sesuatu yang baik dan tinggal perlu adanya penyempurnaan dengan perencanaan yang bagus.
"ROAN itu masuk wilayah apa, ngecor itu kalau di tinggi apa harus ROAN, ya itu soal tata cara, tapi semangat ROAN itu sangat bagus, kerja bakti sama-sama cuma ke depan. Karena ada musibah dan ternyata ke depan semakin banyak infrastruktur yang harus dibangun pesantren, maka itu harus diatur lebih bagus lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bakal mendukung para santri untuk memiliki keahlian sebagai tenaga konstruksi. Hal tersebut disampaikan menyusul ramainya di media sosial soal para santri di Pondok Pesantren Al Khoziny yang ikut ngecor bangunan.
"Kami justru ingin memperkuatnya dengan pengetahuan dan itu Insyaallah, PU akan melatih dan mensertifikasi para santri sebagai tenaga kerja konstruksi. Itu for free," kata Dody saat Penandatanganan Kesepakatan Bersama terkait Sinergi Dalam Penyelenggaraan Infrastruktur Pesantren di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (14/10).
Dia berharap, dengan memfasilitasi hal tersebut, budaya gotong royong santri tidak hilang dan mereka dapat membangun pesantrennya sendiri.
"Kami benar-benar tidak ingin semangat budaya itu hilang. Kami sangat-sangat berharap agar semangat gotong royong ini berubah menjadi keahlian yang diakui. Mereka para santri bisa membangun pesantrennya sendiri dengan standar yang benar dan dengan rasa bangga," harap Dody.
Dody menegaskan, pelatihan tersertifikasi bukan bentuk dari upaya melakukan eksploitasi para santri. Sebaliknya, jika mereka memiliki keahlian di bidang konstruksi maka dapat membantu membangun pondok pesantren yang kerap memiliki keterbatasan dana.
"Bukan menjadi eksploitasi, karena memang dari dulu pesantren dari dulu sekali sifatnya sudah gotong royong. Kemudian tidak semua pesantren ya memang punya kemampuan finansial sangat-sangat kuat," ungkap dia.
"Melalui proses perizinan yang baik dan benar dan bahwa setiap ruang belajar memenuhi standar kelayakan minimum sebagai santri," katanya.