Menteri PU Kesal Progres SR di Nganjuk Baru 15%: Jangan Main-Main dengan Program Prioritas Presiden
Dody menilai capaian tersebut sangat tertinggal dibandingkan proyek serupa di Surabaya dan Sampang.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengaku geram saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (11/4). Pasalnya, progres pembangunan baru mencapai sekitar 15 persen, jauh dari target penyelesaian pada Juni 2026.
Dody menilai capaian tersebut sangat tertinggal dibandingkan proyek serupa di Surabaya dan Sampang.
"Nganjuk sangat-sangat tertinggal, mungkin baru 15 persen. Yang saya tidak suka, saat saya datang justru diberi alasan keterlambatan, bukan solusi untuk mengejar ketertinggalan," ujar Dody saat meninjau proyek di Surabaya, Minggu (12/4).
Ia juga mengaku mencurigai adanya praktik tidak sehat yang menghambat pembangunan, termasuk lemahnya pengawasan terhadap penyedia jasa. Bahkan, beredar rumor adanya pemberian setoran kepada pihak tertentu, meski belum dapat dibuktikan.
"Kenapa tim saya seolah-olah takut dengan penyedia jasa? Memang ada rumor soal pemberian sesuatu, tapi itu belum bisa dibuktikan. Namun, fakta di lapangan seperti di Nganjuk membuat saya sangat emosional," katanya.
Dody menegaskan bahwa proyek Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam upaya menghapus kemiskinan ekstrem. Karena itu, ia menilai proyek tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Jangan main-main dengan program prioritas presiden, apalagi yang bertujuan menghapus kemiskinan ekstrem," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa aparatur sipil negara (ASN) harus bekerja secara profesional dalam mendukung kebijakan pemerintah.
Dipantau 2 Bulan Terakhir
Menurut Dody, persoalan ini sudah ia cermati sejak dua bulan terakhir. Ia menemukan adanya ketidaksesuaian antara target presiden agar Sekolah Rakyat bisa digunakan awal Juli 2026 dengan kontrak proyek yang justru berakhir pada 23 Juli 2026.
"Ini seolah-olah melawan perintah presiden. Juli itu adik-adik kita sudah harus masuk ke Sekolah Rakyat baru," ujarnya.
Evaluasi Menyeluruh
Sebagai tindak lanjut, Dody menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian PU. Ia menilai pengawasan, arahan, dan pembinaan terhadap penyedia jasa masih minim, meski peringatan telah diberikan sebelumnya.
Langkah evaluasi ini diharapkan dapat memastikan proyek berjalan sesuai target. Dody juga menyampaikan permohonan maaf atas emosinya saat peninjauan, seraya menegaskan bahwa sebagai Menteri PU, ia bertanggung jawab penuh atas keberhasilan program tersebut.