Menteri PU Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Digunakan Juli 2026
Dody menekankan pentingnya komitmen dan semangat dalam menjalankan proyek tersebut agar dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meminta seluruh jajaran bekerja maksimal dalam pembangunan program Sekolah Rakyat. Program ini merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam keterangannya, Minggu (19/4), Dody menekankan pentingnya komitmen dan semangat dalam menjalankan proyek tersebut agar dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik.
"Kita enggak punya ide, tetapi kita dikasih kepercayaan untuk mewujudkan ide ini harusnya kita bersemangat 45, kalau perlu mati di lapangan sana agar sekolah ini terbangun on time dengan kualitas yang bagus," ujar dia.
Dody menyebut, gagasan Sekolah Rakyat merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo yang dinilainya sebagai bentuk pemikiran kenegaraan.
"Program Sekolah Rakyat ini dicetuskan karena kenegarawan seorang Prabowo Subianto. Saya enggak kepikiran, Menteri Sosial pun enggak kepikiran, enggak ada kepikiran sama sekali. Benar-benar beliau ini jenius urusan negara ini," kata Dody.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah hambatan dalam proses pembangunan, termasuk adanya pihak-pihak yang kurang memberikan perhatian terhadap program tersebut.
Dody menegaskan bahwa Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang belum mendapatkan akses pendidikan yang layak.
"Ini kan untuk adik-adik kita gitu. Adik-adik kita yang prasejahtera karena banyak, inilah generasi emas kita nanti paling enggak di tahun 2045," ujarnya.
Target Tepat Waktu
Ia berharap pembangunan dapat rampung sesuai target sehingga fasilitas tersebut sudah bisa dimanfaatkan pada tahun ajaran baru Juli 2026.
"Saya mohon doanya saja agar kami bisa tepat waktu, insyaallah bisa," kata dia.
Komitmen Pekerja
Dody juga menyatakan keyakinannya terhadap komitmen para pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut.
"Saya yakin dari jumlah 38.600 karyawan, saya yakin sebagian besar adalah orang-orang yang masih merah putihnya masih besar di dadanya," pungkasnya.