Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo secara resmi memulai pembangunan proyek ambisius Sekolah Rakyat Tahap II. Inisiatif ini akan mencakup 104 lokasi di seluruh Indonesia, menandai langkah signifikan pemerintah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini bertujuan untuk menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Pembangunan ini merupakan kelanjutan dari suksesnya renovasi 165 Sekolah Rakyat Rintisan Tahap I yang telah selesai sebelumnya. Kementerian PU berkomitmen penuh untuk memastikan fasilitas pendidikan ini terbangun dengan cepat dan berkualitas tinggi, demi masa depan generasi penerus bangsa. Proses lelang konstruksi untuk tahap kedua ini telah dimulai sejak September 2025.
Dengan target kapasitas menampung hingga 112.320 siswa, Sekolah Rakyat Tahap II dirancang untuk memberikan pendidikan gratis berasrama. Fasilitas ini ditujukan khusus bagi siswa desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan harapan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemerintah untuk SDM Unggul
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperlihatkan dedikasinya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan infrastruktur pendidikan. Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen tersebut, yang berfokus pada penyediaan fasilitas belajar yang memadai. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya proyek ini sebagai investasi jangka panjang bagi negara.
"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas," ujar Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi dan standar tinggi yang diterapkan dalam pelaksanaan proyek.
Program Sekolah Rakyat Tahap II akan dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5–10 hektare yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Target penyelesaiannya adalah untuk tahun ajaran 2026/2027, memastikan siswa dapat segera memanfaatkan fasilitas baru ini. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bermutu di berbagai daerah.
Advertisement
Advertisement
Fasilitas Modern dan Kurikulum Inovatif
Setiap Sekolah Rakyat Tahap II akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern yang dirancang untuk mendukung proses belajar mengajar secara komprehensif. Fasilitas ini mencakup ruang kelas nyaman berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, serta perpustakaan dan pusat pembelajaran digital yang canggih. Desain ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif.
Selain itu, sekolah juga akan menyediakan kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan siswa, lapangan olahraga, dan ruang kegiatan ekstrakurikuler. Area hijau atau lansekap turut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang kondusif untuk tumbuh kembang siswa. Integrasi teknologi dalam fasilitas diharapkan mampu mendorong pembelajaran yang kreatif dan partisipatif.
Kementerian PU, melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, menekankan prinsip ruang yang sehat, aman, dan inspiratif dalam perancangan. Desain bangunan juga mempertimbangkan efisiensi energi, daya tahan, serta kemampuan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan setempat. Hal ini memastikan keberlanjutan dan kualitas infrastruktur pendidikan.
Advertisement
Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang secara khusus untuk menumbuhkan penguasaan akademik, karakter, jiwa kepemimpinan, dan keterampilan hidup. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat membekali siswa dengan kompetensi yang relevan untuk masa depan. Pendidikan yang terintegrasi ini menjadi kunci dalam mencapai tujuan pembangunan SDM unggul.
Advertisement
Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk menyediakan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Fokus utama adalah pada desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), kelompok masyarakat yang paling membutuhkan dukungan pendidikan. Melalui pendidikan berkualitas, diharapkan siklus kemiskinan dapat diputus.
Sekolah Rakyat Tahap II dirancang untuk menampung total 112.320 siswa, terbagi dalam 3.744 rombongan belajar (rombel). Ini meliputi 1.872 rombel SD (56.160 siswa), 936 rombel SMP (28.080 siswa), dan 936 rombel SMA (28.080 siswa). Kapasitas besar ini menunjukkan skala dampak yang ingin dicapai oleh pemerintah.
Penyediaan pendidikan gratis berasrama ini bukan hanya tentang akses, tetapi juga tentang kualitas dan kesempatan. Dengan lingkungan belajar yang kondusif dan kurikulum yang relevan, siswa dari latar belakang kurang mampu memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan potensi mereka. Ini adalah fondasi penting untuk mewujudkan keadilan sosial.
Advertisement
Advertisement
Capaian Tahap Sebelumnya dan Harapan ke Depan
Sebelum memulai Sekolah Rakyat Tahap II, Kementerian PU telah berhasil menyelesaikan renovasi 165 Sekolah Rakyat Rintisan Tahap I. Tahap IA sebanyak 63 lokasi telah dimanfaatkan mulai 14 Juli 2025, Tahap IB sebanyak 37 lokasi mulai 15 Agustus 2025, dan Tahap IC sebanyak 65 lokasi mulai 1 September 2025. Capaian ini menunjukkan efektivitas program sebelumnya.
Keberhasilan tahap pertama menjadi landasan kuat untuk melanjutkan ekspansi program ini ke tahap kedua. Dengan pengalaman dan pembelajaran dari tahap sebelumnya, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II diharapkan dapat berjalan lebih efisien dan efektif. Ini juga menunjukkan konsistensi pemerintah dalam menjalankan agenda pendidikan nasional.
Kementerian PU berharap pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II akan semakin memperluas jangkauan pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh pelosok negeri. Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berkeadilan, serta berkontribusi pada transformasi pendidikan nasional secara menyeluruh.
Advertisement
Sumber: AntaraNews