Akhir Juli, Perampingan 250 BUMN Ditargetkan Tuntas

Danantara menargetkan streamlining sedikitnya 250 BUMN tuntas akhir Juli 2026. Rosan membeberkan sektor yang dipercepat. Garuda disiapkan jadi holding.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Akhir Juli, Perampingan 250 BUMN Ditargetkan Tuntas
CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Danantara membocorkan nilai investasi dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) mencapai USD1 juta atau senilai Rp 17,3 miliar

Danantara Indonesia mempercepat program streamlining atau perampingan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Targetnya, hingga akhir Juli 2026 setidaknya 250 entitas telah merampungkan proses konsolidasi.

Perkembangan ini menjadi salah satu agenda yang disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, kepada Presiden Prabowo Subianto. Rosan memberi keterangan di Istana pada Senin (27/7/2026).

"Enggak, ini saja. Diminta bicara, pelaporan mengenai update beberapa hal yang berhubungan dengan Danantara. Di antaranya, kita update streamlining dari perusahaan-perusahaan BUMN. Pokoknya, akhir bulan ini streamlining sudah 250, bahkan mungkin bisa mencapai lebih dari 250 perusahaan," ujar Rosan, di Istana, Senin (27/7/2026).

Konsolidasi BUMN Dipercepat di Sejumlah Sektor

Rosan menjelaskan konsolidasi dilakukan lintas bidang. Di sektor keuangan, penggabungan fungsi pengelolaan aset sudah berjalan, termasuk menyentuh entitas pembiayaan milik negara.

"Seperti penggabungan asset management di perbankan, di bidang finansial, PNM, itu juga sudah kita lakukan," kata dia.

Ia menambahkan, langkah serupa tengah dilanjutkan pada ekosistem logistik. Sementara itu, integrasi bisnis rumah sakit dan perhotelan dipercepat untuk mengejar target waktu.

"Kemudian juga di bidang logistik. Penggabungan di bidang rumah sakit dan perhotelan juga diakselerasi lebih lanjut," ujar Rosan.

Adapun Rosan belum merinci jumlah akhir perusahaan BUMN pascaperampingan maupun tenggat penyelesaian keseluruhan konsolidasi setelah gelombang ini.

Garuda Disiapkan Jadi Holding Maskapai BUMN

Sebelumnya, pemerintah menetapkan Garuda Indonesia sebagai holding maskapai BUMN. Pelita akan bergabung ke dalam Garuda Group untuk memperkuat struktur industri penerbangan nasional, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Danantara bersama BP BUMN mendorong konsolidasi maskapai sebagai langkah strategis. Pada Kamis (23/7/2026), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bertemu jajaran direksi Pelita membahas arah penguatan holding maskapai nasional.

"Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar," ujar Dony.

Dony menekankan karakter bisnis penerbangan yang menuntut ketelitian tinggi dan kecepatan pengambilan keputusan dalam operasional harian.

"Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas," ujar Dony.

Sejalan dengan konsolidasi, BP BUMN dan Danantara mendorong peningkatan standar layanan Garuda Group secara menyeluruh dari pra-keberangkatan, saat penerbangan, hingga setelah mendarat. Penguatan dilakukan melalui integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, pengalaman kabin, standar pelayanan awak pesawat, kualitas katering, program loyalitas pelanggan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Melalui konsolidasi dan perbaikan layanan di seluruh rantai perjalanan penumpang, Garuda Group diharapkan menjadi pilihan utama masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional.

Rekomendasi