Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk memperkuat visi Asta Cita Presiden Prabowo melalui berbagai capaian penting di sektor infrastruktur. Pembangunan ini tidak hanya berfokus pada fisik, melainkan juga berperan langsung dalam mewujudkan ketahanan air, pangan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Pernyataan ini disampaikan Dody dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/10).
Presiden Prabowo menekankan bahwa Kementerian PU merupakan elemen krusial dalam mencapai swasembada pangan dan energi nasional, melampaui sekadar lembaga pembangunan fisik. Artinya, setiap infrastruktur yang dibangun harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas sektor riil. Hal ini menjadi landasan utama bagi setiap program yang dijalankan.
Dody menjelaskan, “Presiden juga mengamanatkan agar Kementerian PU menjalankan peran sebagai enabler pertumbuhan ekonomi, yaitu memastikan infrastruktur yang dibangun memberi manfaat nyata bagi masyarakat.” Amanat ini menjadi panduan dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan proyek, memastikan bahwa pembangunan memiliki nilai tambah yang berkelanjutan bagi bangsa.
Advertisement
Advertisement
Sepanjang tahun 2025, Kementerian PU berhasil menjalankan berbagai program strategis yang secara langsung memperkuat visi Asta Cita Presiden Prabowo. Program-program ini diwujudkan melalui penyelenggaraan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian dan kesejahteraan.
Pembangunan bendungan dan jaringan irigasi menjadi salah satu prioritas utama, dengan tujuan mengairi sawah-sawah produktif di seluruh Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan air untuk pertanian. Dengan demikian, ketahanan pangan nasional dapat terwujud secara optimal.
Selain itu, Kementerian PU juga terlibat dalam pembangunan sekolah rakyat yang bertujuan mencerdaskan generasi bangsa. Dody menegaskan bahwa Kementerian PU tidak hanya membangun fisik semata. Lebih dari itu, pihaknya juga membangun kehidupan dan masa depan melalui infrastruktur yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Advertisement
Advertisement
Untuk Tahun Anggaran 2025, pagu anggaran Kementerian PU telah resmi ditetapkan sebesar Rp94,99 triliun, berdasarkan data e-monitoring per tanggal 20 Oktober 2025. Jumlah anggaran yang signifikan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan nasional. Alokasi ini dirancang untuk mendukung berbagai program strategis.
Anggaran tersebut diutamakan untuk pelaksanaan atau penyelesaian program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut meliputi swasembada pangan, Inpres Jalan Daerah, dan pembangunan Sekolah Rakyat. Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi utama Kementerian PU dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur.
Dody menjelaskan, “Pada prinsipnya anggaran dialokasikan secara strategis untuk melanjutkan dan meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas guna mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas, dukungan ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.” Pendekatan ini memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi negara dan rakyat.
Advertisement
Advertisement
Kementerian PU tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik yang menunjang ekonomi, tetapi juga memberikan dukungan sosial yang signifikan. Peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat diwujudkan melalui program pembangunan Sekolah Rakyat. Inisiatif ini mencerminkan visi pembangunan yang holistik dan inklusif.
Program Sekolah Rakyat dijalankan berdasarkan Inpres No. 8 Tahun 2025. Tahap awal, Kementerian PU merenovasi bangunan pemerintah pusat dan daerah untuk Sekolah Rakyat Rintisan (Tahap 1) sebanyak 166 lokasi. Lokasi-lokasi ini tersebar di 32 provinsi di seluruh Indonesia, menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan.
Setelah tahap renovasi, program dilanjutkan dengan membangun Sekolah Rakyat Permanen (Tahap 2) sebanyak 104 lokasi. Dody mengungkapkan, “Kami menjalankan Inpres No. 8 Tahun 2025 dengan merenovasi bangunan pemerintah pusat dan daerah untuk Sekolah Rakyat Rintisan (Tahap 1) sebanyak 166 lokasi tersebar di 32 Provinsi dan dilanjutkan membangun Sekolah rakyat Permanen (Tahap 2) sebanyak 104 lokasi.” Pembangunan ini diharapkan dapat menyediakan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas bagi anak-anak bangsa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews