Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara aktif memfasilitasi program pelatihan konstruksi bagi para santri di berbagai pondok pesantren. Inisiatif ini bertujuan untuk membekali mereka dengan keterampilan teknis yang relevan dan sertifikasi resmi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi santri di bidang konstruksi.
Salah satu lokasi kunjungan dan fasilitasi adalah Pondok Pesantren Lirboyo di Kota Kediri, Jawa Timur. Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana, langsung meninjau lokasi tersebut pada Kamis lalu. Kunjungan ini juga menindaklanjuti respons pemerintah atas insiden runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
Melalui program ini, santri yang memiliki minat di bidang konstruksi akan mendapatkan sertifikasi kompetensi. Ini memungkinkan mereka untuk secara legal terlibat dalam pekerjaan konstruksi di pesantren. Sertifikasi ini juga menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka di sektor konstruksi.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Kompetensi Santri Melalui Sertifikasi
Kementerian Pekerjaan Umum menawarkan program sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi (SKK Konstruksi) khusus untuk santri. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa santri memiliki kompetensi yang terjamin dan diakui secara hukum. Dengan sertifikat ini, mereka dapat bekerja sesuai Undang-Undang Jasa Konstruksi.
Dewi Chomistriana menegaskan bahwa santri memiliki potensi besar untuk menunjukkan kemampuannya, termasuk dalam bidang konstruksi. Sertifikasi ini tidak hanya meningkatkan keterampilan praktis mereka. Namun juga memberikan legalitas untuk membantu pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung di lingkungan pesantren.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberdayakan masyarakat pesantren. Diharapkan, santri tidak hanya menjadi tenaga kasar, tetapi juga berkembang menjadi tenaga profesional. Ini akan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi mereka di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Audit Bangunan Bersejarah dan Rekomendasi Teknis
Selain program pelatihan, kunjungan Kementerian PU ke Pesantren Lirboyo juga bertujuan untuk mengaudit kondisi bangunan. Tim ahli melakukan pengecekan menyeluruh terhadap bangunan yang sudah berdiri maupun yang sedang dalam tahap konstruksi. Audit ini berlangsung dari Rabu (8/10) hingga Sabtu (11/10).
Audit mencakup pengecekan usia bangunan, mengingat ada bangunan di Pesantren Lirboyo yang berusia lebih dari 100 bahkan 200 tahun. Hasil audit awal menunjukkan bahwa perencanaan bangunan di Lirboyo cukup baik. Namun, tim mengidentifikasi beberapa area yang memerlukan penguatan, terutama pada bagian dinding.
Kementerian PU juga memberikan rekomendasi teknis kepada para tukang dan santri pengawas yang terlibat dalam proyek. Masukan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pekerjaan konstruksi selanjutnya. Tujuannya adalah memastikan keamanan dan kekuatan struktur bangunan di pesantren.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Penuh dari Pengasuh Pondok Pesantren
Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri, K.H. Oing Abdul Muid, menyambut baik kunjungan dan inisiatif dari Kementerian PU. Beliau menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Terutama terkait dengan pelatihan konstruksi bagi para santri yang sangat relevan dengan kebutuhan pesantren.
Gus Muid, sapaan akrab K.H. Oing Abdul Muid, menyatakan bahwa pesantren saat ini memang sedang melakukan pembangunan. Oleh karena itu, dukungan pelatihan dan sertifikasi ini sangat membantu. Ini akan memastikan bahwa pembangunan dilakukan dengan standar yang lebih baik.
Kementerian PU juga menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan secara terbuka kepada pesantren, khususnya Lirboyo dan pondok-pondok lainnya. Hasil audit bangunan yang telah dilakukan diperkirakan akan keluar paling cepat dalam 10 hari. Ini memberikan waktu bagi pesantren untuk menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews