Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa mayoritas pesantren berusia tua dan kondisi bangunannya rawan.
Dia menyontohkan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Ponpes ini telah berdiri sejak masa pra-kemerdekaan.
Masalahnya adalah tidak semua pesantren memiliki sumber daya dan pengetahuan yang cukup untuk merehabilitasi bangunannya. Sehingga, pondok pesantren kerap melakukan tambal sulam saat pembangunannya
"Sehingga pesantren sering menggunakan cara tambal sulam di dalam melaksanakan pembangunannya," jelas Cak Imin usai bertemu Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kompleks Menteri Widya Chandra, Jakarta, Selasa (7/10).
Dia mendorong seluruh pondok pesantren agar bisa lebih adaptif dalam menanggulangi kerawanan bangunannya.
Cak Imin menekankan pentingnya penanggulangan untuk menjamin keselamatan santri dan mencegah terjadinya gedung roboh yang memakan korban jiwa seperti di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.
"Kita ingin terus melakukan koordinasi agar pesantren mau beradaptasi untuk menanggulangi ancaman-ancaman rawan dari segi bangunan fisik," jelasnya.
Selain itu, Cak Imin mengingatkan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan para pengelola pesantren agar mereka mau adaptif menanggulangi bangunannya yang rawan.
Dia berjanji akan melakukan langkah-langkah penyelamatan bangunan pesantren yang tua dan rawan.
"Atas perintah pak Presiden, saya akan terus mengambil langkah-langkah cepat terutama memprioritaskan kepada pesantren-pesantren yang sangat rawan untuk segera kita tangani," tutur dia.