Struktur Rapuh dan Beton Runtuh Persulit Evakuasi di Ponpes Al Khoziny
Proses evakuasi korban di lokasi bencana Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih dihadapkan pada berbagai kendala.
Proses evakuasi korban di lokasi bencana Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih dihadapkan pada berbagai kendala. Tim SAR gabungan kesulitan menjangkau titik-titik yang diduga terdapat korban selamat akibat struktur bangunan yang rapuh dan tumpukan beton besar yang menghalangi akses.
Proses evakuasi korban di lokasi bencana Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih dihadapkan pada berbagai kendala. Tim SAR gabungan kesulitan menjangkau titik-titik yang diduga terdapat korban selamat akibat struktur bangunan yang rapuh dan tumpukan beton besar yang menghalangi akses.
Nanang Sigit P.H., Koordinator Misi SAR, menyatakan tim SAR hingga kini masih terus berupaya membuka akses ke area yang tertutup puing. Beberapa alat berat telah disiagakan, namun belum dapat dioperasikan karena risiko runtuhan sekunder yang tinggi.
“Material berat dan kondisi bangunan yang mudah runtuh membuat penggunaan alat berat belum memungkinkan. Kami prioritaskan keselamatan tim dengan pendekatan manual,” ujarnya, Rabu (1/10).
Operasi ini, tambahnya, melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi, termasuk Kantor SAR Surabaya, BPBD dari sejumlah kabupaten/kota, TNI, POLRI, PMI, DAMKAR, serta puluhan organisasi relawan dan potensi SAR lainnya.
Penguatan personel dan logistik juga datang dari Basarnas Special Group (BSG), Kantor SAR Semarang, dan Kantor SAR Yogyakarta. Peralatan seperti ekstrikasi, SCBA, dan perlengkapan medis turut dikerahkan untuk mempercepat proses penyelamatan.
“Kami terus berkoordinasi lintas instansi agar evakuasi berjalan aman dan efektif, meski medan sangat menantang,” kata Nanang.
Korban kesembilan berhasil ditemukan pada Selasa pukul 03.18 WIB dan segera dibawa ke RS Delta Surya. Tak lama berselang, dua korban lainnya dievakuasi dari lokasi yang sama—masing-masing pada pukul 04.55 dan 06.05 WIB—dan langsung dirujuk ke RSUD Notopuro untuk penanganan medis.
Namun, dua dari tiga korban terakhir yang sempat dirawat intensif dinyatakan meninggal dunia. Dengan demikian, total korban jiwa dalam insiden ini bertambah menjadi tiga orang.
Data Sementara Korban santri terdampak: 100 orang
Dievakuasi oleh tim SAR: 11 orang
Menyelamatkan diri secara mandiri: 88 orang
Korban meninggal dunia: 3 orang