Fakta Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Korban Tewas Jadi Tragedi Terbesar Sepanjang 2025
Korban meninggal akibat pondok pesantren Al Khoziny ambruk melebihi korban bencana alam seperti gempa bumi di Poso, banjir bandang di Bali dan Nagekyo.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat musala pondok pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ambruk menjadi korban terbanyak dalam bencana sepanjang 2025. Korban meninggal akibat pondok pesantren Al Khoziny sejauh ini mencapai 54 orang.
Deputi III Tanggap Darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayor Jenderal (Mayjen) Budi Irawan mengatakan, korban meninggal akibat pondok pesantren Al Khoziny ambruk melebihi korban bencana alam seperti gempa bumi di Poso, banjir bandang di Bali dan Nagekyo.
"Ini adalah korbannya cukup banyak, jadi 50 orang meninggal," kata Budi dalam rapat secara daring, Senin (6/10).
BNPB menargetkan pencarian korban pondok pesantren Al Khoziny ambruk rampung hari ini. "Kami menargetkan dari BNPB, hari ini kita akan selesaikan pencarian korban dari Basarnas maupun dari pihak Kodim sudah mengatur schedule diharapkan pada hari ini kita akan selesai evakuasi dari yang diperkirakan saya ulangi, yang diperkirakan tinggal 13 orang lagi," pungkasnya.
Jumlah Korban Meninggal Dunia
Sebelumnya, tim gabungan dari Basarnas kembali menemukan satu korban meninggal dunia dalam proses pencarian setelah runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Senin (6/10). Jenazah tersebut ditemukan dan dievakuasi dari sektor A3 sekitar pukul 03.35 WIB.
Dengan tambahan tersebut, jumlah total korban meninggal dunia kini mencapai 54 orang, termasuk lima bagian tubuh belum teridentifikasi.
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung oleh sejumlah petugas gabungan.
"Satu korban berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi pada H.7 di sektor A1, A2, A3, dan A4," ujar Yudhi dalam laporan tertulis.
Yudhi menambahkan, saat ini total korban insiden tersebut sudah mencapai 158 orang ditambah dengan 5 bagian tubuh yang belum teridentifikasi. 104 korban dinyatakan selamat dan 54 orang dinyatakan meninggal dunia.
Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.
“Setelah ditemukan seluruhnya segera kita evakuasi ke RS Bhayangkara,” kata Yudhi.