Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui Kaurkes Kamtibmas Subdit Dokpol Biddokes, Kompol Naf'an, menyatakan bahwa tim kembali melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban runtuhnya gedung musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Hingga kini, tercatat 54 orang meninggal dunia dalam peristiwa tragis tersebut.
"Saya dapat laporan semalam itu bahwa ada tambahan dua (teridentifikasi) yaitu atas nama Nurudin dan Ahmad Rijaluhak," kata Naf'an dalam rapat secara daring, Senin (6/10).
"Nah ini teridentifikasi dari gigi medis property untuk Nurudin dan satunya sidik jari, gigi property," sambungnya.
Dua korban yang sudah teridentifikasi itu pun sudah diinformasikan kepada pihak keluarga melalui group WhatsApp.
"Biasanya nanti dari rekan-rekan yang di PM (Posmortem), Bapak, itu di sana juga sudah ada pos AM (Antemortem), dimana semua keluarga korban yang lapor itu sudah dibuatkan grup, insya Allah sudah disampaikan," ujarnya.
Dirinya menjelaskan, setiap korban yang telah teridentifikasi dan ketika sudah ketemu di sidik jarinya. Maka pihaknya tidak akan mengambil sampel DNA.
"Tetapi ketika masih kesulitan, artinya belum bisa pasti, langsung otomatis diambil sampel DNA-nya. Menunggu waktu sampel DNA dikasih lagi, DNA lagi, mungkin bisa saja ada yang ketemu bahwa sebelum ada DNA, hasil DNA sudah ketemu. Nah, mungkin ada tambahan dari pihak keluarga memberikan misalnya contoh anak itu tersenyum," jelasnya.
"Karena gigi ini bisa didapatkan, diantaranya ya bisa dibandingkan kalau anak itu punya foto yang tersenyum. Kalau tidak, ya tidak bisa membandingkan," ujarnya.
Sebelumnya, Tim gabungan dari Basarnas kembali menemukan satu korban meninggal dunia dalam proses pencarian setelah runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Senin (6/10). Jenazah tersebut ditemukan dan dievakuasi dari sektor A3 sekitar pukul 03.35 WIB.
Dengan tambahan tersebut, jumlah total korban meninggal dunia kini mencapai 54 orang, termasuk lima bagian tubuh belum teridentifikasi.
Advertisement
Advertisement
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung oleh sejumlah petugas gabungan.
"Satu korban berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi pada H.7 di sektor A1, A2, A3, dan A4," ujar Yudhi dalam laporan tertulis.
Yudhi menambahkan, saat ini total korban insiden tersebut sudah mencapai 158 orang ditambah dengan 5 bagian tubuh yang belum teridentifikasi. 104 korban dinyatakan selamat dan 54 orang dinyatakan meninggal dunia.
Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.
“Setelah ditemukan seluruhnya segera kita evakuasi ke RS Bhayangkara,” kata Yudhi.