Pencarian Dikebut, BNPB Prediksi Korban Terjebak Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Tinggal 13 Orang
Hal ini disampaikan Deputi III Tanggap Darurat, Mayor Jenderal (Mayjen) Budi Irawan dalam rapat bersama stakeholder terkait secara daring atau online.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pencarian terhadap korban akibat robohnya gedung musala pondok pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur selesai hari ini, Senin (6/10).
Hal ini disampaikan Deputi III Tanggap Darurat, Mayor Jenderal (Mayjen) Budi Irawan dalam rapat bersama stakeholder terkait secara daring atau online.
"Kami menargetkan dari BNPB, hari ini kita akan selesaikan pencarian korban dari Basarnas maupun dari pihak Kodim sudah mengatur schedule diharapkan pada hari ini kita akan selesai evakuasi dari yang diperkirakan tinggal 13 orang lagi," kata Budi dalam rapat.
Namun, ia memastikan pancarian ini tidak menjadi hari terakhir. "Sekali lagi, ini adalah bukan hari terakhir. Ini bukan hari terakhir. Ini adalah hari di mana harapan kita, pencapaian kita selesai di hari ini. Tapi apabila tidak selesai, ada kesulitan, ada hambatan, kita akan cari sampai dengan selesai," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Budi turut mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat yang telah memberikan dukung berupa obat-obatan, vitamin hingga Alat Pelindung Diri (APD).
"APD untuk para relawan-relawan dari Basarnas maupun dari kepolisian, sehingga pelaksanaan kemarin itu lebih bagus," ujarnya.
Petugas Terserang Penyakit
Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, ada beberapa anggota mereka yang terkena penyakit. Hal ini diketahui setelah pihaknya melakukan evaluasi dalam mengevakuasi korban.
"Karena setelah kita evaluasi di kemarin itu, itu ada beberapa anggota kita yang banyak terserang penyakit. Penyakit kulit, gatal-gatal, semua itu dikarenakan tidak memakai alat pelindung diri yang baik," ungkapnya.
"Jadi saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah Sidoarjo maupun pemerintah provinsi yang telah banyak mendukung pelaksanaan kegiatan ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Tim gabungan dari Basarnas kembali menemukan satu korban meninggal dunia dalam proses pencarian setelah runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Senin (6/10). Jenazah tersebut ditemukan dan dievakuasi dari sektor A3 sekitar pukul 03.35 WIB.
Dengan tambahan tersebut, jumlah total korban meninggal dunia kini mencapai 54 orang, termasuk lima bagian tubuh belum teridentifikasi.
Evakuasi Korban Masih Berlangsung
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung oleh sejumlah petugas gabungan.
"Satu korban berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi pada H.7 di sektor A1, A2, A3, dan A4," ujar Yudhi dalam laporan tertulis.
Yudhi menambahkan, saat ini total korban insiden tersebut sudah mencapai 158 orang ditambah dengan 5 bagian tubuh yang belum teridentifikasi. 104 korban dinyatakan selamat dan 54 orang dinyatakan meninggal dunia.
Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.
"Setelah ditemukan seluruhnya segera kita evakuasi ke RS Bhayangkara," kata Yudhi.