Polda Sumsel Tuntaskan Identifikasi 17 Korban Kecelakaan Bus ALS Maut
Polda Sumsel akhirnya menuntaskan identifikasi 17 korban meninggal dunia kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM, memastikan seluruh identitas korban valid sebelum diserahkan kepada keluarga.
Palembang, Sumatera Selatan – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan berhasil menuntaskan proses identifikasi terhadap 17 korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut. Insiden tragis ini melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara.
Kepastian identifikasi seluruh korban diperoleh setelah hasil laboratorium DNA untuk empat jenazah terakhir diterima pada Jumat (22/5) pukul 18.00 WIB. Proses rekonsiliasi data antemortem dan postmortem kemudian dilakukan pada Sabtu pagi guna memvalidasi identitas sebelum penyerahan kepada keluarga.
Penyelesaian identifikasi ini menandai berakhirnya rangkaian panjang upaya medis dan forensik yang dilakukan oleh tim Polda Sumsel. Kecelakaan yang terjadi pada 6 Mei 2026 ini menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak, dan proses identifikasi menjadi langkah krusial bagi keluarga korban.
Proses Identifikasi Komprehensif Melalui DNA
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sumsel AKBP Andrianto menjelaskan detail proses identifikasi dalam konferensi pers di Palembang. Tim medis melakukan rekonsiliasi atau pencocokan data antemortem dan postmortem secara teliti pada Sabtu pagi. Langkah ini bertujuan memastikan validitas identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga yang berduka.
Hasil laboratorium DNA menjadi kunci utama dalam menuntaskan identifikasi keempat jenazah terakhir. Data antemortem dari keluarga dicocokkan dengan data postmortem korban, memastikan setiap identitas valid. “Dari hasil laboratorium data postmortem ini, seluruh jenazah sudah teridentifikasi secara jelas karena terdapat kecocokan antara data antemortem dengan data postmortem," kata AKBP Andrianto.
Metode identifikasi melibatkan pemeriksaan forensik yang cermat, termasuk analisis DNA dan pencocokan ciri fisik. Proses ini membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi untuk menghindari kesalahan identifikasi. Upaya ini menunjukkan komitmen Polda Sumsel dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban.
Daftar Korban Teridentifikasi Terbaru
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik, empat jenazah terakhir berhasil diidentifikasi secara pasti. Jenazah dengan Nomor PM 062 teridentifikasi sebagai Sukarpi, seorang laki-laki, yang merupakan anak biologis dari Marium.
Selanjutnya, jenazah dengan Nomor PM 063 teridentifikasi sebagai Suwido Gurning, laki-laki, yang merupakan anak biologis dari Mona Lisa Siahaan. Identifikasi ini memberikan kejelasan bagi keluarga yang telah menunggu kabar.
Kemudian, jenazah dengan Nomor PM 064 berhasil diidentifikasi sebagai Sukono bin Supardi Nasution, ayah biologis dari Zazkiatul Padila. Korban Sukono sebelumnya telah teridentifikasi secara medis, namun belum diambil oleh pihak keluarga saat proses administrasi berlangsung.
Terakhir, jenazah dengan Nomor PM 065 teridentifikasi sebagai Karno bin Salim, laki-laki. Identifikasi Karno dilakukan berdasarkan kecocokan dengan sampel pembanding berupa peci milik korban. Seluruh identitas korban kini dinyatakan valid setelah proses panjang ini selesai.
Penutupan Rangkaian Identifikasi Medis
Dengan selesainya proses identifikasi keempat jenazah tersebut, seluruh rangkaian identifikasi medis terhadap korban kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM dinyatakan selesai. Total 17 korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi.
Penyelesaian ini memberikan kepastian hukum dan emosional bagi keluarga korban. Mereka kini dapat melanjutkan proses pemakaman dan berduka dengan tenang, setelah menunggu kepastian identitas orang terkasih mereka.
Polda Sumsel menegaskan bahwa seluruh prosedur telah dilakukan sesuai standar forensik. Hal ini menjamin akurasi dan validitas hasil identifikasi. Kerja keras tim medis dan forensik patut diapresiasi dalam menuntaskan tugas kemanusiaan ini.
Sumber: AntaraNews