Proses identifikasi 16 korban meninggal dalam kecelakaan bus ALS-truk tangki di Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan, mengalami kendala. Pasalnya, kerusakan tubuh korban mencapai 99 persen.
Kepala RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang Kombes Pol Budi Susanto mengungkapkan, Tim DVI Polda Sumsel dan Mabes Polri mengalami kesulitan karena kerusakan tubuh sangat parah atau terbakar hangus.
Kebakaran itu menyebabkan korban tak utuh lagi hingga tulang dan gigi hancur.
"Kondisi jenazah sudah sangat sulit dikenali karena terbakar hangus. Tak hanya rambut, tulang dan gigi tak utuh lagi, sudah pecah dan hancur," ungkap Kepala RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang Kombes Pol Budi Susanto, Kamis (7/6).
Saat ini, kata Budi, tim DVI masih mengumpulkan sampel yang masih dianggap akurat ke Laboratorium Forensik Mabes Polri. Paling tidak hasilnya memerlukan waktu 5 sampai 14 hari.
"Besok pagi kami kirim lewat jalur udara. Kami sedang memilih sampel yang terbaik untuk dikirim," kata Budi.
Dari 16 kantong jenazah yang diterima, Tim DVI baru menerima 11 sampel dari pihak keluarga. Dia berharap keluarga yang belum mengirimkan sampel dapat segera datang ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
"Kami masih menunggu pihak keluarga dari lima jenazah untuk pengambilan sampel," kata Budi.
Advertisement
Kecelakaan bermula saat sopir bus diduga berupaya menghindari lubang di jalan. Bus kemudian oleng dan pengemudi membanting setir ke kanan dalam kecepatan tinggi.
Di saat bersamaan, melaju truk tangki dari arah berlawanan hingga tabrakan keras tak terhindarkan. Benturan hebat membuat kedua kendaraan terbakar. Api dengan cepat membesar disertai beberapa kali ledakan dari lokasi kejadian.
"Kecelakaan diduga akibat pengemudi bus menghindari lobang dan dari arah berlawanan melaju kencang truk tangki," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Kamis (7/5).