Olah TKP, Polisi Gunakan Teknologi TAA untuk Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS-Truk Tangki
Teknologi tersebut digunakan untuk merekonstruksi kecelakaan secara digital dan tiga dimensi.
Tim gabungan dari Polda Sumatra Selatan, Polres Musi Rawas Utara (Muratara), dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri masih terus mendalami penyebab kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki yang menewaskan 16 orang. Kasus ini menjadi perhatian serius aparat karena tingginya jumlah korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan proses investigasi kini diperkuat dengan penggunaan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA). Teknologi tersebut digunakan untuk merekonstruksi kecelakaan secara digital dan tiga dimensi.
Melalui metode itu, penyidik dapat menganalisis pola benturan, memperkirakan kecepatan kendaraan, hingga mengetahui posisi akhir kendaraan sebelum terbakar.
"Kita gunakan teknologi TAA. Ini dimungkinkan untuk mengungkap kecelakaan," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Jumat (8/5).
Investigasi Diperkuat Pemindaian Drone dan Pengukuran Digital
Selain teknologi TAA, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) juga dilakukan menggunakan pemindaian drone dan pengukuran digital. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kecelakaan dapat diungkap secara objektif dan berbasis scientific investigation.
Menurut Nandang, seluruh data yang terkumpul saat ini masih dianalisis oleh tim penyidik dan ahli forensik.
"Kita tunggu hasil pemeriksaan ini agar dapat mengetahui penyebabnya secara pasti dan menyeluruh," kata Nandang.
Polisi Dalami Temuan Barang di Dalam Bus
Dalam proses penyelidikan, polisi juga mendalami sejumlah barang yang ditemukan di dalam bus ALS. Di antaranya tabung gas, mesin sepeda motor, hingga dua unit sepeda motor yang diduga ikut diangkut bersama penumpang.
Temuan tersebut akan dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui apakah memiliki kaitan dengan aspek keselamatan transportasi maupun potensi meningkatnya risiko kebakaran saat kecelakaan terjadi.
"Prioritas kami adalah memberikan kepastian kepada keluarga korban dan memastikan investigasi berjalan objektif serta berbasis ilmiah," pungkas Nandang.