Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatra Selatan menggandeng tiga polda untuk membantu pengambilan sampel DNA korban kecelakaan bus ALS-truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5). Insiden ini mengakibatkan 18 orang meninggal dunia dan 3 lainnya terluka.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang Kombes Pol Budi Susanto mengungkapkan, kolaborasi dilakukan mengingat korban berasal dari beberapa daerah. Mereka tak memungkinkan datang ke Palembang karena jarak tempuh yang jauh dan memerlukan waktu yang lama untuk pengambilan sampel DNA.
"Karena tidak memungkinkan datang ke Palembang, pengambilan sampel DNA keluarga korban di wilayah tempat tinggal masing-masing," ungkap Kepala RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Sabtu (9/5).
Advertisement
Sejauh ini, kata Budi, pihaknya menerima ante mortem dari sejumlah keluarga korban gang dilakukan Polda Sumatera Utara, Polda Aceh, dan Polda Jawa Tengah. Sampel pembanding yang diberikan keluarga korban cukup beragam, mulai dari pakaian, sepatu, sikat gigi hingga sampel DNA langsung.
"Ante mortem kita kumpulkan untuk pemeriksaan. Sedangkan sampel DNA dikirim langsung ke Pusdokkes Polri," kata Budi.
Sejak peristiwa kecelakaan terjadi, Call Centre DVI Polda Sumsel menerima banyak laporan dan informasi dari keluarga yang menduga anggota keluarganya menjadi penumpang bus ALS tersebut. Selanjutnya tim meminta data dan properti lain yang diperlukan.
"Sejauh ini warga yang mengaku keluarga korban cukup kooperatif sehingga memudahkan tim bekeeja," tutup Budi.