Kondisi Korban Bus ALS vs Truk Tangki Minyak di Muratara Mengenaskan, Tujuh Dokter Forensik Dikerahkan Identifikasi Jenazah
Seluruh jenazah langsung ditempatkan di ruang pendingin (freezer) sebelum memulai tahapan pemeriksaan.
16 Jenazah korban kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki minyak di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara) tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (7/5) pagi. Seluruh jenazah tersebut dipindahkan dari Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau guna proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto mengatakan, seluruh jenazah langsung ditempatkan di ruang pendingin (freezer) sebelum memulai tahapan pemeriksaan. Menurut dia, tujuh dokter forensik dikerahkan untuk mengindetifikasi jenazah.
"Kami membentuk tim pagi ini yang juga melibatkan personel dari Jakarta. Total ada tujuh dokter forensik didampingi 30 personel yang mulai bekerja pukul 08.00 WIB," ujar Andrianto di Palembang, demikian dikutip dari Antara.
Kondisi Jenazah
Andrianto menjelaskan bahwa proses identifikasi korban kali ini merupakan tantangan yang cukup sulit, karena kondisi luka bakar pada jenazah.
Adapun tahapan identifikasi meliputi pemeriksaan ciri fisik tahap pertama yang kemudian akan dilanjutkan dengan proses rekonsiliasi atau pencocokan data medis dengan data primer dari pihak keluarga.
"Ini bukan bicara soal durasi lama atau cepat, tapi ketepatan. Kami melakukan rekonsiliasi gabungan dari hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati hasil identifikasi pasti, namun kami masih menunggu keputusan pimpinan untuk diumumkan secara resmi," kata dia.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan maut melibatkan bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dengan truk tangka minyak di Jalan Lintas Sumatra, Kelurahan Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Rabu (6/5) siang. 16 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Kronologi kecelakaan bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Saat melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus.
Sopir bus ALS kemudian mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk menghindari risiko lebih besar. Namun, secara bersamaan dari arah berlawanan (Utara/Rupit), sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan hebat tidak dapat terhindarkan.
Kecelakaan itu membuat minyak dari truk tangki tumpah ke jalanan. Benturan keras menyebabkan kebocoran dan minyak tumpah ke badan jalan. Dalam waktu singkat, api menyambar dan membakar kedua kendaraan tersebut.
Adapun korban tewas 14 penumpang ALS, 1 Sopir Tangki, 1 Kenek Tangki. Kondisi kendaraan ringsek berat akibat benturan frontal.
"Total 16 tewas, yang selamat ada empat orang, yang tiga luka bakar serius dan satu orang luka ringan," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, demikian dikutip dari Antara, Kamis (7/5).