Ambulans Apung Ditpolairud Polda Sumsel Sigap Evakuasi Nelayan Sakit ke Rumah Sakit
Ditpolairud Polda Sumsel berhasil mengevakuasi nelayan yang sakit parah menggunakan fasilitas Ambulans Apung. Aksi cepat tanggap ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan humanis bagi masyarakat pesisir.
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan evakuasi medis darurat terhadap seorang nelayan. Nelayan tersebut menderita sakit perut hebat dan membutuhkan penanganan medis intensif.
Evakuasi dilakukan terhadap Mustofa (44), warga Desa Upang Induk, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, pada Sabtu (4/4). Korban dibawa menuju rumah sakit di Palembang untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Proses evakuasi menggunakan ambulans apung karena kondisi korban tidak memungkinkan ditangani di fasilitas kesehatan setempat. Tim Ditpolairud bergerak cepat setelah menerima laporan darurat dari tenaga kesehatan desa.
Respons Cepat Ditpolairud dalam Kondisi Darurat
Peristiwa evakuasi ini bermula dari laporan darurat yang diterima sekitar pukul 12.00 WIB dari bidan setempat. Bidan tersebut menginformasikan bahwa pasien membutuhkan penanganan medis intensif di rumah sakit rujukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Ditpolairud segera menuju lokasi di Desa Upang Induk. Mereka mengevakuasi pasien menggunakan tandu, kemudian membawanya ke speedboat ambulans apung yang telah dilengkapi fasilitas medis.
Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Sony Heru Agung Nugroho menegaskan kesiapsiagaan personelnya. “Personel kami selalu siaga. Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, tanpa mengenal jarak dan waktu,” ujarnya.
Tim selanjutnya menempuh jalur Sungai Musi menuju Kota Palembang. Proses evakuasi berlangsung cepat, aman, dan lancar hingga pasien tiba di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Ambulans Apung, Solusi Humanis untuk Masyarakat Pesisir
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan bahwa ambulans apung merupakan bentuk pelayanan humanis Polri bagi masyarakat pesisir. Layanan ini menjadi solusi bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
Ambulans apung menjadi solusi efektif bagi masyarakat yang berada di wilayah sulit dijangkau melalui jalur darat. Hal ini membuktikan komitmen Polri untuk selalu hadir dan melayani masyarakat di berbagai kondisi.
Inovasi ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah perairan yang sebagian besar didominasi oleh sungai. Ambulans apung ini merupakan hasil modifikasi dari kapal patroli Pol V-1027 Upang.
Polda Sumsel berencana untuk terus mengembangkan layanan berbasis kebutuhan masyarakat, termasuk melalui program lanjutan seperti klinik terapung di masa mendatang. Inisiatif ini menunjukkan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sumber: AntaraNews