Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) secara sigap memperkuat layanan kesehatan dan operasi kemanusiaan di wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Mereka bahu-membahu bersama relawan dan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal. Fokus utama adalah menjangkau masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengalami kesulitan akses.
Pengerahan tim medis dari Pusdokkes Polri, Biddokkes Polda Jambi, dan RS Bhayangkara Jambi ini dilakukan untuk merespons lonjakan kebutuhan medis. Banyak korban mengalami luka-luka serta risiko penyakit pascabencana seperti diare dan ISPA. Polri berkomitmen untuk hadir di setiap titik terdampak, tidak peduli seberapa sulit medan yang harus ditempuh.
Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dari Divisi Humas Polri menegaskan bahwa setiap menit sangat berarti bagi penyelamatan warga. Tim kesehatan Polri berpacu dengan waktu, bergerak cepat menembus hambatan komunikasi dan medan rusak. Upaya ini merupakan wujud nyata transformasi Polri dalam menjalankan operasi kemanusiaan yang responsif dan efektif.
Advertisement
Advertisement
Polri telah mengirimkan Tim Kesehatan Pusdokkes Polri bersama tim medis Biddokkes Polda Jambi dan RS Bhayangkara Jambi ke pos bencana di depan Mako Polres Aceh Tamiang. Minimnya komunikasi membuat perjalanan penuh tantangan, namun tim tetap bergerak cepat untuk memastikan masyarakat menerima layanan kesehatan sesegera mungkin.
Setibanya di lokasi, mereka langsung memperkuat pelayanan kesehatan di tengah meningkatnya korban luka dan kondisi rumah sakit yang sempat lumpuh akibat banjir. Banyak fasilitas kesehatan baru kembali beroperasi secara bertahap, namun masih kekurangan tenaga, sehingga Polri berpacu dengan waktu menangani korban luka dan mengantisipasi penyakit pascabencana seperti diare, ISPA, infeksi kulit, serta gangguan lambung.
Tim Kesehatan Biddokkes dan RS Bhayangkara Jambi yang diberangkatkan menuju wilayah terdampak bencana terdiri atas tiga dokter, enam paramedis, dan tiga pengemudi dengan dukungan tiga unit ambulans. Pada Sabtu (6/12), tim tersebut bergabung dengan dr. Irma Yeni, Sp.A. serta dr. Ikhsan, Sp.PD., sebelum bergerak menuju wilayah Polda Aceh, dengan seluruh personel dalam keadaan sehat dan perjalanan berlangsung lancar.
Advertisement
Advertisement
Seiring operasi kemanusiaan berlangsung, total 12.242 warga telah mendapatkan pelayanan dalam bakti kesehatan Polri di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lonjakan pasien itu menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan layanan medis pascabanjir dan longsor, dengan berbagai penyakit seperti diare, influenza, demam, hipertensi, serta gangguan asam lambung banyak ditemui.
Aceh menjadi wilayah dengan dampak korban paling tinggi, tercatat 2.481 jiwa menjadi korban bencana dengan mayoritas luka ringan, dan jumlah korban meninggal dunia mencapai 356 jiwa. Sementara itu, di Sumatera Barat, posko pelayanan kesehatan telah menangani 7.153 pasien, jumlah tertinggi di antara seluruh wilayah terdampak, dengan keluhan beragam mulai dari demam, batuk, flu, hingga hipertensi.
Untuk memperkuat operasi kemanusiaan, Polri mengerahkan 34 personel DVI untuk identifikasi korban meninggal, 12 personel psikologi untuk layanan trauma healing, serta setidaknya 86 ambulans yang disiagakan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kombinasi penyakit pascabencana dan luka fisik akibat evakuasi membuat tenaga medis Polri bergerak cepat dan tanpa henti.
Advertisement
Hingga Sabtu (6/12) pukul 16.30 WIB, perkembangan layanan kesehatan menunjukkan hasil signifikan di mana di Aceh, 25 jenazah berhasil teridentifikasi dan 209 pengungsi telah mendapatkan layanan kesehatan. Di Sumatera Utara, 97 pengungsi telah mendapat penanganan medis, sementara di Sumatera Barat, satu jenazah berhasil diidentifikasi dan 287 pengungsi telah dilayani.
Advertisement
Tim Polda Jambi merupakan salah satu dari tim kesehatan yang diberangkatkan Pusdokkes Polri dan kini disebar ke tiga lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kehadiran mereka melengkapi rangkaian upaya Polri dalam memastikan setiap wilayah terdampak mendapat dukungan medis yang memadai, membangun jembatan pelayanan kesehatan yang saling terhubung.
Penyebaran tenaga kesehatan lintas provinsi tersebut memperlihatkan bahwa operasi kemanusiaan Polri tidak hanya berfokus pada satu wilayah, tetapi bergerak serempak untuk menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. Ini dilakukan dengan perhitungan cermat demi memaksimalkan kecepatan dan kekuatan dalam menembus kondisi medan yang sulit dan memberikan layanan kesehatan bencana Sumatera yang optimal.
Secara keseluruhan, 1.243 personel Polri telah dikerahkan dalam operasi kemanusiaan ini, meliputi pengamanan, layanan medis, DVI, hingga distribusi logistik. Jumlah pengungsi dari tiga provinsi terdampak mencapai 848.076 orang, menunjukkan skala besar kebutuhan akan bantuan dan koordinasi yang kuat dari berbagai pihak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews