Basarnas Makassar Sigap Evakuasi ABK Asing Sakit Akut di Perairan Pangkep
Kantor Basarnas Makassar berhasil melakukan evakuasi medis darurat terhadap seorang ABK asing yang menderita sakit akut di tengah laut, menunjukkan kesigapan Evakuasi ABK Basarnas Makassar.
Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar berhasil mengevakuasi seorang Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan asing, Nguyen (24), dari Kapal MV Movena. Evakuasi ini dilakukan karena Nguyen diserang penyakit akut saat berada di Perairan Kalukuang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Insiden ini menunjukkan respons cepat Basarnas terhadap keadaan darurat medis di laut.
Laporan mengenai kru MV Movena yang mengalami sakit perut hebat dan demam tinggi diterima Basarnas dari Rachel, selaku pihak koresponden kapal. Kepala Seksi dan Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi laporan tersebut. Tim segera bergerak untuk melakukan tindakan penyelamatan darurat.
Menanggapi informasi kedaruratan ini, personel Basarnas Makassar segera dikerahkan menggunakan KN SAR Kamajaya. Mereka melakukan intercept di laut untuk memberikan pertolongan medis darurat. Operasi evakuasi medis ini berhasil diselesaikan dengan aman pada Minggu dini hari, 21 Juni, setelah dimulai pada Sabtu malam.
Kronologi Laporan dan Respons Cepat Basarnas
Kantor Basarnas Kelas A Makassar menerima informasi penting pada Minggu, 21 Juni, mengenai seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang membutuhkan evakuasi medis segera. Laporan ini disampaikan oleh Rachel, koresponden kapal MV Movena, yang menginformasikan bahwa ABK bernama Nguyen (24), asal Vietnam, mengalami sakit perut parah dan demam tinggi.
Andi Sultan, Kepala Seksi dan Operasi Basarnas Makassar, menjelaskan bahwa posisi kapal MV Movena saat laporan diterima berada sekitar 110 mil laut dari Dermaga Soekarno Hatta. Jarak yang cukup jauh ini menuntut respons yang sangat cepat dan terkoordinasi dari tim penyelamat.
Untuk menanggapi kondisi darurat ini, Basarnas Makassar segera menggerakkan personel dan aset yang dimiliki. KN SAR Kamajaya diberangkatkan untuk melakukan intercept atau pemotongan jalur di tengah laut. Kecepatan respons ini menjadi kunci utama dalam upaya penyelamatan nyawa di perairan lepas.
Proses Evakuasi Medis di Perairan Kalukuang
Tim penyelamat Basarnas Makassar diberangkatkan pada Sabtu (20/6) malam untuk melaksanakan operasi evakuasi medis. Proses pemindahan korban dari Kapal MV Movena ke dek Kapal Negara (KN) Kamajaya berhasil dilakukan dengan aman dan lancar. Evakuasi ini merupakan bagian krusial dari operasi Evakuasi ABK Basarnas Makassar.
Setelah berhasil dipindahkan, korban segera mendapatkan pertolongan medis pertama di atas KN SAR Kamajaya. Kondisi Nguyen yang sakit akut memerlukan penanganan cepat sebelum dibawa ke daratan. Tim medis di kapal memastikan stabilitas kondisi korban selama perjalanan.
Andi Sultan menambahkan bahwa setelah evakuasi di laut selesai, KN SAR Kamajaya langsung menuju Dermaga Soekarno-Hatta. Dari dermaga, korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Siloam untuk penanganan medis lebih lanjut. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur standar operasi penyelamatan.
Sinergi Tim SAR Gabungan dalam Penyelamatan
Operasi evakuasi medis ini berhasil diselesaikan dengan baik berkat kerja sama tim SAR gabungan yang solid. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak yang memiliki peran vital dalam misi penyelamatan. Sinergi ini memastikan keberhasilan Evakuasi ABK Basarnas Makassar di tengah laut.
Pihak-pihak yang terlibat dalam operasi ini antara lain Basarnas Makassar, ABK KN SAR Kamajaya, Polairud, TNI-AL, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar. Agen kapal juga turut berkontribusi dalam koordinasi informasi dan logistik yang diperlukan.
Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan profesionalisme dan koordinasi yang baik antarlembaga dalam menghadapi situasi darurat di laut. Penyelamatan nyawa ABK asing ini menjadi bukti komitmen Basarnas dan mitra dalam menjaga keselamatan pelayaran di wilayah perairan Sulawesi Selatan.
Sumber: AntaraNews