Jakarta, 20 Februari 2026 – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya menunjukkan respons cepat dalam menghadapi bencana banjir yang melanda kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur. Tim SAR Ditpolairud segera menyambangi lokasi untuk memberikan bantuan dan mengevakuasi warga yang terdampak. Aksi sigap ini dilakukan menyusul laporan mengenai ketinggian air yang terus meningkat di permukiman warga.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sepanjang Kamis (19/2) malam menjadi pemicu utama banjir ini. Ketinggian air di Kebon Pala dilaporkan mencapai sekitar satu meter pada Jumat pagi, merendam rumah-rumah penduduk dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Situasi ini memerlukan penanganan cepat untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalisir kerugian.
Dalam upaya penanganan banjir ini, Ditpolairud Polda Metro Jaya mengerahkan sejumlah personel dan peralatan. Mereka berfokus pada evakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti bayi, serta membantu pengamanan barang berharga milik masyarakat. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi banjir diharapkan dapat memberikan rasa aman dan bantuan yang diperlukan oleh warga.
Advertisement
Advertisement
Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya telah berada di lokasi banjir Kebon Pala sejak pagi hari untuk melakukan aksi cepat membantu warga terdampak. Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Pol Mustofa menyatakan bahwa petugas telah berhasil mengevakuasi seorang bayi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, mereka juga membantu warga mengamankan sepeda motor agar tidak terendam banjir lebih dalam.
Untuk mendukung proses evakuasi, tim mengerahkan dua unit perahu karet, satu unit skiff boat, dan tiga mesin tempel. Perlengkapan keselamatan seperti life jacket dan ring buoy juga disediakan untuk memastikan keamanan personel dan warga yang dievakuasi. Kombes Pol Mustofa menegaskan bahwa kehadiran Polri bertujuan agar benar-benar dirasakan saat masyarakat membutuhkan bantuan.
Personel kepolisian masih berada di lokasi banjir untuk terus membantu warga dan mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air lebih lanjut. Kesiapsiagaan ini penting mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi curah hujan tinggi. Upaya berkelanjutan ini menunjukkan komitmen Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat di tengah bencana.
Advertisement
Advertisement
Permukiman warga di Kebon Pala, Jakarta Timur, terendam banjir sekitar satu meter akibat hujan yang mengguyur sejak Kamis (19/2) malam. Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, menjelaskan bahwa air mulai naik sejak sekitar pukul 02.00 WIB pada Jumat dini hari. Ketinggian air terus bertambah hingga mencapai 100 sentimeter pada pagi hari.
Banjir setinggi satu meter ini tidak hanya merendam rumah-rumah warga, tetapi juga perabotan rumah tangga dan kendaraan. Akses jalan lingkungan di Kebon Pala juga terputus, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini secara signifikan mengganggu aktivitas sehari-hari warga dan menyebabkan kerugian materiil.
Warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Situasi banjir ini menyoroti kerentanan beberapa wilayah di Jakarta terhadap genangan air, terutama setelah hujan deras. Upaya mitigasi dan penanganan darurat menjadi sangat krusial dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews